“Pengawasan berjalan secara berkala. Bisa dua minggu sekali atau sebulan sekali dilakukan sampling. Kami cek sumber airnya aman atau tidak, produknya layak atau tidak. Kalau masih oke, lanjut. Kalau tidak, pasti kami sampaikan untuk ditindaklanjuti,” tuturnya.
Ia memastikan seluruh dapur SPPG yang sudah beroperasi pada dasarnya telah memenuhi persyaratan awal, mulai dari sertifikat penjamah makanan bagi juru masak hingga pelaksanaan Inspeksi Kesehatan Lingkungan.
“Tinggal beberapa hasil laboratorium produk atau sumber air yang masih perlu tertangani agar semuanya benar-benar aman,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





