Super Flu H3N2 Perlu Kewaspadaan Keluarga
Piprim menjelaskan bahwa Super Flu sering menyerang anak karena sistem imun belum matang. “Anak lebih rentan mengalami komplikasi,” jelasnya. Risiko tersebut meningkat pada anak dengan penyakit penyerta.
Gejala umum meliputi demam tinggi mendadak dan batuk kering. Selain itu, pasien sering merasakan nyeri otot, sakit kepala, serta kelelahan berat. Pada kondisi tertentu, sesak napas dapat muncul.
Kemenkes mengingatkan masyarakat agar mengenali tanda awal infeksi. Penanganan cepat dapat mencegah perburukan kondisi. “Langkah pencegahan tetap menjadi kunci,” kata perwakilan Kemenkes melalui keterangan resmi.
Upaya pencegahan meliputi peningkatan daya tahan tubuh. Vaksin influenza tahunan menjadi salah satu langkah penting. Kebiasaan mencuci tangan dan penggunaan masker pada tempat ramai juga sangat membantu.
BACA JUGA: ASTON Inn Pandanaran Semarang Raih 1st Holistic Mechanica Fluida Award 2025: Inovasi Efisiensi Energi
Piprim menambahkan bahwa pola hidup sehat berperan besar melindungi anak. “Asupan gizi seimbang dan istirahat cukup sangat penting,” jelasnya. Ia juga mendorong aktivitas fisik sesuai usia.
Kemenkes terus memantau perkembangan Super Flu melalui sistem surveilans nasional. Informasi resmi hanya tersedia melalui kanal pemerintah. Masyarakat perlu menghindari kabar tidak terverifikasi.
Melalui langkah kolaboratif, pemerintah berharap laju penularan dapat terkendali. Kesadaran keluarga menjadi benteng utama perlindungan anak. Pencegahan konsisten dapat menekan risiko penyebaran lebih luas. (*)







