KUDUS, beritajateng.tv – Keberanian Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus dalam menyuarakan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), berujung pada perlakuan tidak menyenangkan.
Siswa kelas XI jurusan DKV tersebut melaporkan adanya intimidasi melalui media sosial. Hal itu usai surat terbukanya untuk Presiden Prabowo Subianto terkait pengalihan anggaran MBG untuk gaji guru viral di publik.
Arsya mengaku menerima berbagai pesan bernada ancaman serta ujaran kebencian melalui pesan Instagram dari akun yang tidak dikenal.
Ironisnya, pesan intimidasi tersebut diduga berasal dari oknum yang terafiliasi dengan Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG), pihak yang memasok makanan untuk program MBG di sekolahnya.
BACA JUGA: Anggaran MBG Rp1 Triliun per Hari, Aria Bima Ingatkan Agar Suplai Dapur Tak Ganggu Pasar
Ancaman tersebut bahkan mencatut nama figur tertentu sebagai “bekingan” untuk menekan mental sang pelajar.
“Saya dapat pesan di Instagram, isinya ancaman dari seseorang yang mengaku punya bekingan, tetapi saya merasa saya tidak bersalah,” ujar Arsya, baru-baru ini.
Meskipun merasa tertekan dan tidak nyaman, Arsya tetap teguh pada pendiriannya. Yaitu bahwa jatah anggaran makannya lebih bermanfaat jika teralihkan untuk kesejahteraan para gurunya yang masih bergaji rendah.
Perlindungan Pemerintah Terhadap Intimidasi Siswa SMK Kudus
Merespons situasi ini, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Sosial P3AP2KB menyatakan akan memberikan proteksi penuh kepada Arsya.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, menegaskan bahwa apa yang siswa tersebut lakukan ialah bentuk penyampaian pendapat kritis yang terlindungi undang-undang. Ia menyebut pemerintah tak akan membiarkan adanya pembungkaman terhadap aspirasi anak bangsa yang beritikad baik.
Pihak dinas telah menugaskan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk memberikan pendampingan psikologis maupun hukum bagi Arsya.
Rencananya, pada Senin, 6 April 2026, tim PPA akan mendatangi sekolah SMK NU Miftahul Falah. Hal itu guna memantau kondisi terkini sang siswa dan memastikan lingkungan belajarnya tetap kondusif pasca insiden intimidasi siswa SMK Kudus tersebut.





