Politik

Survei Ganjar Tersalip Prabowo di Sejumlah Dapil Jateng, Pengamat Politik: Mesin Partai Tak Bekerja Maksimal

×

Survei Ganjar Tersalip Prabowo di Sejumlah Dapil Jateng, Pengamat Politik: Mesin Partai Tak Bekerja Maksimal

Sebarkan artikel ini
ganjar nasional | Ganjar Azan | PKB PDIP | Prabowo-Gibran PDI Perjuangan | Jokowi PDI Perjuangan | Jokowi Debat | Ganjar-Mahfud | Presiden Jokowi | Ganjar Jateng
Pengamat politik sekaligus dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro (Undip), Wahid Abdulrahman. (Foto: Dok. Pribadi)

Lebih lanjut, masifnya gerakan mengakar oleh paslon 02 dan paslon 01 di Jawa Tengah menurut Wahid mampu mengantarkan Ganjar-Mahfud pada kekalahan di provinsi ini.

“Saya melihat beberapa jaringan relawan yang sangat masif hari-hari ini terjadi di Jateng pada pasangan 01 dan 02. Kalau itu dibiarkan, bisa sangat mungkin paslon 02 jadi pemenangnya,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa, menyatakan diri bergabung dalam Tim Kemenangan Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Tentunya, bergabungnya Khofifah ini mampu menarik suara santri, yang mana Jateng juga tak luput dari basis suara santri.

“Itu luar biasa menjadi gerakan yang sangat masif di kalangan santri di wilayah Jateng, karena jaringannya juga cukup luas. Tidak hanya di Jatim, ternyata sampai Jateng, bahkan mungkin di Lampung dan sebagainya. Ini potensi terjadinya tsunami di hari-hari terakhir yang bisa menimpa pasangan 03, sebaliknya akan memperkuat elektoral Prabowo-Gibran,” tegas Wahid.

Selain itu, masifnya relawan organik dari kubu Anies-Muhaimin juga bisa menggeser Ganjar-Mahfud dalam putaran pertama. Terlebih, mobilisasi relawan 01 dan kader partai pengusulnya pun sifatnya militan, mengakar, dan sukarela bagi Wahid.

BACA JUGA: CEK FAKTA: Cak Imin Klaim Ada 16 Juta Petani Gurem, Cuma Punya Tanah Setengah Hektar, Betulkah?

Bukan hal yang aneh menurut Wahid jika PDI Perjuangan fokus pada pemenangan Pileg dalam Pemilu 2024. Elektabilitas Ganjar yang semakin menurun juga memengaruhi bagaimana PDI Perjuangan memenangkan paslon nomor urut 02 di lapangan, utamanya di Jawa Tengah.

“PDI Perjuangan akan jauh mementingkan Pileg begitu melihat dinamika yang seperti ini. Pilpres ini kan tidak hanya mesin partai, tetapi juga bagaimana image atau citra kandidat menjadi variabel yang berpengaruh,” jelasnya.

Terlebih, kemungkinan Pilpres putaran kedua, bagi Wahid, membuat PDI Perjuangan tak bisa hanya berfokus memenangkan Ganjar-Mahfud di Pemilu 2024. Apalagi, dengan kondisi yang berlangsung di lapangan.