Mahasiswa penerima SWIS, tambahnya, bisa memilih 11 program studi di tingkat Sarjana, 10 program studi Magister (S2) dan empat program studi di tingkat Doktoral (S3).
Berbeda dari tahun- tahun sebelumnya, lanjut Dian, SWIS 2026 juga membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional jenjang Doktor (S3).
Pendaftaran SWIS 2026 dibuka mulai 10 Januari – 20 Februari 2026. “Terbuka bagi calon mahasiswa dari seluruh negara, kecuali Indonesia,” tambahnya.
Sejumlah mahasiswa internasional merasakan langsung iklim akademik dan sosial yang inklusif dan terbangun dengan baik di kampus UKSW.
Salah satunya adalah Amrin Shaikh, mahasiswa Magister Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) yang berasal dari negara India.
Menurutnya, pengalaman berkuliah di UKSW memberinya ruang untuk berkembang secara akademik maupun secara sosial.
“Teman- teman di sini sangat ramah dan terbuka dengan kehadiran mahasiswa internasional. Sehingga sangat mendukung untuk belajar,” jelasnya.
Sementara itu, Sint Thae Mar, mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) asal Myanmar, memberi alasan mengambil program SWIS.
BACA JUGA: Kisah Eyang Narto Jaga Keragaman Flora di UKSW Salatiga, Lestarikan 150 Spesies Tanaman
Ia mengaku, sebelumnya memang sempat mendapat tawaran beasiswa dari negara lain, China. Tetapi ia lebih memilih Indonesia di UKSW Salatiga.
Karena dari sisi sosial dan budaya, Indonesia dengan Myanmar –menurutnya– tidak berbeda jauh dan Indonesia juga punya banyak tempat yang indah.
“Ketika saya sampai di UKSW, saya merasakan keindahan Indonesia. Berkumpul dengan teman dari berbagai daerah membuat saya ingin mengekplorasi Indonesia lebih lagi,” tegasnya.
Sedangkan Arony Aina Rojotiana, mahasiswa asal Madagaskar menuturkan, selama berkuliah di UKSW tidak merasakan perlakuan yang berbeda.
“Dosen juga mengajar dengan baik dan mudah dipahami,” ungkap mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UKSW tersebut. (*)





