Jateng

Tahun 2025 Masih 1 Juta Lebih Pengangguran di Jateng, BPS Ungkap Brebes Terbanyak

×

Tahun 2025 Masih 1 Juta Lebih Pengangguran di Jateng, BPS Ungkap Brebes Terbanyak

Sebarkan artikel ini
2026 Sensus Ekonomi
Plt Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, saat dijumpai di Media Gathering Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, Kota Semarang, Kamis, 30 Oktober 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Tengah menurun pada Agustus 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka pengangguran di Jawa Tengah turun menjadi 4,66 persen dari 4,78 persen pada Agustus 2024 lalu. Kini, masih ada 1,04 juta orang yang menganggur di Jawa Tengah.

“Pengangguran tercatat 1,04 juta orang pada Agustus 2025. Turun 7 ribu orang daripada Agustus 2024,” ujar Plt Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, saat beritajateng.tv konfirmasi, Minggu, 16 November 2025.

Ia menjelaskan, penurunan tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja dalam satu tahun terakhir.

BACA JUGA: Jokowi All Out Dukung PSI di Pemilu 2029, Hersubeno: Bertaruh ke Satu Figur, Citranya Sedang Bermasalah

“TPT itu pengangguran berusia 15 tahun ke atas, tidak bekerja namun sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, sudah keterima bekerja atau sudah siap berusaha tapi belum mulai bekerja dan berusaha, atau mereka yang putus asa tidak dapet pekerjaan. Itu masuk sebagai kategori pengangguran,” jelas Endang.

Berdasarkan data BPS, Brebes menjadi daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi yakni 8,07 persen. Sementara Wonogiri berada di posisi terendah dengan tingkat pengangguran 2,16 persen.

Adapun lulusan SMK masih menjadi kelompok pendidikan dengan jumlah penganggur terbesar.

“TPT Jawa Tengah tercatat 4,66 persen daripada Agustus 2024, alias mengalami penurunan. Pada Agustus 2024 tercatat 4,78 persen. TPT tertinggi ada di Kabupaten Brebes yakni 8,07 persen dan terendah di Wonogiri yakni 2,16 persen,” jelas Endang.

BPS ungkap ada kenaikan pekerja paruh waktu di Jawa Tengah

Endang menuturkan, secara keseluruhan penduduk usia kerja di Jawa Tengah mencapai 30,04 juta orang pada Agustus 2025. Sebanyak 22,34 juta di antaranya termasuk angkatan kerja, dan 21,30 juta telah bekerja.

Dalam satu tahun, kata Endang, penyerapan tenaga kerja mencapai 434 ribu orang. Kondisi itu ia sebut ikut menekan angka pengangguran, meski sebarannya berbeda antarwilayah.

Endang menjelaskan, penurunan angka pengangguran tidak lepas dari peningkatan penduduk bekerja. Ia menambahkan, perubahan struktur jam kerja juga ikut memengaruhi dinamika tenaga kerja di Jawa Tengah. BPS juga mencatat penurunan pada kelompok yang tergolong dalam setengah pengangguran.

“Pekerja penuh itu 14,65 juta orang, turun 104 ribu. Yang naik itu pekerja paruh waktu, jadi 5,15 juta orang atau naik 607 ribu. Setengah pengangguran itu menurun 69 ribu orang, sekarang 1,49 juta,” jelas Endang.

BACA JUGA: Geger Temuan Warga Kendal Tewas Tergantung-Dada Tertancap Pisau: Air Selokan Berwarna Merah

Angkatan kerja perempuan meningkat, pertanian dan industri pengolahan serap pekerja terbanyak

Lebih jauh, Endang menuturkan ada kenaikan partisipasi angkatan kerja perempuan di Jawa Tengah.

Dalam setahun terakhir, kata Endang, TPAK atau tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan naik menjadi 63,37 persen. Sementara TPAK laki-laki tercatat 85,36 persen.

“Partisipasi angkatan kerja (TPAK) Agustus 2025 itu laki-laki 85,36 persen dan perempuan 63,37 persen. Selama setahun terakhir, TPAK perempuan mengalami peningkatan 1,55 persen,” ujar Endang.

Di sisi lapangan usaha, Endang menuturkan pertanian masih menjadi sektor dengan tenaga kerja terbanyak, disusul industri pengolahan dan perdagangan. Dua sektor pertama juga mengalami kenaikan jumlah tenaga kerja tertinggi sepanjang Agustus 2024–Agustus 2025.

“Selama Agustus 2024 hingga Agustus 2025, lapangan usaha pertanian dan industri pengolahan menjadi sektor tertinggi peningkatan tenaga kerja, yaitu masing-masing sekitar 0,21 juta orang dan 0,11 juta orang,” pungkas Endang. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp