Ia memperkirakan permintaan seragam masih akan terus berdatangan hingga Agustus mendatang karena masih ada siswa yang baru melengkapi kebutuhan sekolah setelah tahun ajaran mulai.
Tak hanya melayani warga Kota Semarang, pelanggan Slamet juga datang dari berbagai daerah sekitar seperti Demak, Salatiga, dan Ungaran.
“Selain dari Semarang, kadang ada juga pelanggan dari Demak, Salatiga, sama Ungaran,” katanya.
BACA JUGA: Tak Segan Tembak Begal dan Kreak yang Ancam Nyawa, Polda Jateng Juga Buru Penjual Sajam Online
Bagi Slamet, musim penerimaan siswa baru menjadi salah satu periode paling sibuk setiap tahunnya. Pada hari-hari biasa, usahanya cenderung sepi dan lebih banyak menerima pesanan pakaian untuk acara hajatan maupun busana pengantin.
“Kalau hari-hari biasa memang sepi. Biasanya mengandalkan pesanan untuk hajatan atau membuat baju pengantin,” tuturnya.
Lonjakan pesanan seragam sekolah menjelang tahun ajaran baru pun menjadi berkah tersendiri bagi usahanya, sekaligus membantu menjaga aktivitas para penjahit yang bekerja bersamanya di tengah kenaikan harga bahan baku. (*)
Editor: Farah Nazila





