Jateng

Tahun Ajaran Baru Harga Kain Melambung, Penjahit Semarang Tak Naikkan Ongkos Jahit Seragam

×

Tahun Ajaran Baru Harga Kain Melambung, Penjahit Semarang Tak Naikkan Ongkos Jahit Seragam

Sebarkan artikel ini
jahit seragam
Penjahit Slamet Mulyo saat mengerjakan pesanan jahit seragam di rumahnya, Selasa, 7 Juli 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah kenaikan harga bahan baku, sejumlah penjahit di Kota Semarang memilih tidak menaikkan tarif jasa jahit seragam sekolah menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Langkah itu bertujuan agar biaya yang harus orang tua siswa keluarkan tidak semakin membengkak.

Salah satunya terlaksana oleh Slamet Mulyo, penjahit di Jalan Lamper Tengah VI Blok S, Kecamatan Semarang Selatan. Meski harga kain mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir, ia tetap mempertahankan tarif jahit seragam sekolah di kisaran Rp190-Rp200 ribu per stel.

“Harga jahitnya tetap tidak saya naikkan karena yang bekerja membantu saya kebanyakan orang-orang kurang mampu. Kasihan kalau harus dinaikkan,” kata Slamet saat beritajateng.tv temui di kediamannya, Selasa, 7 Juli 2026.

BACA JUGA: 466 Meter Bendera Merah Putih Terbentang di Gedung Balaikota Semarang

Menurut Slamet, kenaikan harga paling terasa pada bahan kain seragam sekolah. Jika sebelumnya kain dijual sekitar Rp40 ribu per meter, kini harganya sudah mencapai Rp50 ribuan per meter. Sementara kain berkualitas yang biasa digunakan untuk jas maupun pakaian kerja juga mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen.

Meski biaya produksi meningkat, ia memilih menekan keuntungan agar pelanggan tetap bisa menjahit seragam dengan harga yang relatif terjangkau. Ia menyebut tarif jahit di sejumlah tempat lain kini sudah berada di kisaran Rp250-Rp300 ribu per stel.

Pesanan Seragam Meningkat Jelang Masuk Sekolah

Memasuki pekan terakhir sebelum mulainya kegiatan belajar mengajar pada 13 Juli 2026, pesanan seragam sekolah di tempat usahanya meningkat cukup signifikan.

Slamet mengaku telah menyelesaikan sekitar 20 stel seragam sekolah yang terdiri atas seragam putih abu-abu, batik, pramuka, hingga berbagai jenis seragam lainnya. Saat ini masih ada sekitar 10 pesanan yang sedang dalam proses pengerjaan.

“Alhamdulillah, yang sudah selesai sekitar 20-an stel. Yang masih dijahit juga ada sekitar 10-an,” ujarnya.