SEMARANG, beritajateng.tv – Untuk mengoptimalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah tak sekadar mengandalkan pajak daerah saja.
Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jateng Bambang Hariyanto menyebut, terdapat beberapa sumber pendapatan daerah, antara lain pajak daerah, dividen, dan optimalisasi aset.
Terkait optimalisasi aset, Bambang menjelaskan lebih lanjut. Pihaknya menyinggung optimalisasi, dalam hal ini pemanfaatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dengan sebaik mungkin.
“Misalnya aset-aset yang belum kita optimalkan untuk mendapatakan penghasilan, kita laksanakan. Kemudian bagaimana performance dari BUMD kita supaya kedepannya bagus,” ujar Ketua Komisi C DPRD Bambang saat beritajateng.tv hubungi melalui sambungan WhatsApp, Jum’at 13 Oktober 2023.
BACA JUGA:Komisi C DPRD Jateng Dorong PAD dari Sewa Kantin Sekolah
Sebagai komisi yang menaungi keuangan daerah, Bambang mengaku memberikan dukungan penuh terhadap optimalisasi tersebut.
“Kita mendukung secara kelembagaan, Secara permodalan ada juga penyertaan modal tambahan,” ungkapnya.
Menurutnya, hal itu dilakukan guna mewujudkan pendapatan daerah yang tak hanya mengandalkan pajak saja.
“Agar sumber pendapatan kita tidak hanya pajak, tetapi performance BUMD kita biar bagus. Impact-nya itu dividen atau pendapatan keuntungan yang kita dapatkan cukup besar kepada nantinya,” terang Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menyebut optimalisasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Komisi C untuk tidak bergantung kepada pajak saja.
Dalam hal ini, ia menyinggung Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang pada tahun 2025 mendatang akan menerapkan sistem bagi hasil dengan kabupaten/kota.
BACA JUGA:Alon-alon Demak Dapat Pujian dari Komisi C DPRD Kabupaten Batang
“Tahun 2025 itu kan bagi hasil dari pajak daerah, khususnya PKB, itu akan lebih besar untuk kabupaten-kota dibanding provinsi. Makanya kita harus berani keluar dari zona nyaman,” bebernya.
Oleh sebab itu, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya untuk tak bergantung dengan penerimaan pajak yang selama ini menjadi penyumbang PAD tertinggi.
“Dua hal penting yang akan kita lakukan, yaitu optimalisasi aset dan membenahi juga mengawasi performance BUMD,” tegasnya.
Komisi C akui pengelolaan BUMD sudah banyak kemajuan
Soal pengelolaan BUMD, Bambang menyebut ada peningkatan yang terjadi. Lantaran menurut legislator PDI Perjuangan itu dari sisi tata kelola maupun bidang usaha BUMD Jateng sudah banyak kemajuan.
Menurutnya, banyak BUMD di Jateng yang telah memberikan kontribusi, khususnya dalam menunjang pemasukan daerah.
“Ini kita awali dengan pembenahan badan hukumnya, sekarang kita buat bagaimana supaya performance BUMD jelas,“ terangnya.
BACA JUGA:Tangani Masalah Kekeringan, Komisi D DPRD Jawa Tengah Bentuk Raperda Sistem Air Minum Regional
Ia mengaitkan peningkatan performa BUMD itu dengan aset-aset di Jawa Tengah yang menurutnya dapat dimanfaatkan. Seperti infrastruktur yang berkaitan dengan konstruksi diserahkan kepada Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).
“Yang berkaitan dengan pariwisata kita serahkan ke PRPP. Kemudian Bank Jateng yang jadi primadona kita genjot lebih luas lagi, supaya memberikan kontribusi dividen yang signifikan,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





