“Sebenernya kami mau mencoba dengan uang asli, tapi belum banyak anak-anak yang menguasai itu. Jadi kita baru membedakan bentuk tapi dengan nominal yang sama, tapi bentuk bulat, segitiga, dan kotak,” jelas Sri.
Dalam melatih kemandirian siswa SLB, Sri mengaku sangat membutuhkan kerja sama dari banyak pihak. Baik orang tua siswa, guru dan siswa itu sendiri pun turut serta. Oleh karena itu, ia berharap HUT RI dapat menjadi momen penyemangat untuk terus membangun negeri,
“Harapannya ini terus menyemangati kita untuk berjuang membangun negeri ini, terlibat dalam pendidikan khusus terutama Yayasan PELKRIS yang memang intens semangat juga mendukung dunia pendidikan khusus,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





