Peristiwa

Talud Longsor di Gunungpati Semarang Rusak Tiga Rumah, 10 Warga Terpaksa Mengungsi

×

Talud Longsor di Gunungpati Semarang Rusak Tiga Rumah, 10 Warga Terpaksa Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Talud Longsor di Gunungpati Semarang Rusak Tiga Rumah, 10 Warga Terpaksa Mengungsi
Petugas BPBD Kota Semarang dan masyarakat membersihkan sisa talud longsor di Gunungpati Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Talud di wilayah RT 01 RW 02 Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, longsor pada Minggu (12/4/2026) siang.

Peristiwa ini menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan dan memaksa sejumlah penghuni mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Talud dengan tinggi sekitar 2 meter dan panjang 18 meter tersebut ambrol sepanjang kurang lebih 6 meter. Akibatnya, material longsoran menimpa rumah milik warga yang berada tepat di bawahnya.

Data sementara menyebutkan, sebanyak 10 jiwa dari tiga kepala keluarga terdampak dalam talud longsor di Gunungpati ini. Mereka terpaksa meninggalkan rumah untuk menghindari risiko longsor susulan.

Rumah milik Tumiyati (63) menjadi yang paling parah terdampak. Bagian samping rumahnya roboh dan menimpa teras rumah milik Yamsutiyono (52), serta merusak sisi rumah milik anaknya, Ika Rundiyati (40).

Yamsutiyono, yang juga menjadi saksi mata, mengatakan peristiwa itu terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saya dengar suara retakan seperti pletok-pletok, lalu terdengar bunyi keras seperti ledakan. Saya langsung bangunkan keluarga dan minta semua keluar rumah,” ujarnya.

BACA JUGA: Longsor Terjang Dua Rumah di Kebondowo, PMI Banyubiru Salurkan Bantuan Sembako

Ia kemudian berteriak memperingatkan anggota keluarga lainnya yang tinggal berdekatan untuk segera menyelamatkan diri. Tak lama berselang, talud langsung longsor.

Selain merusak bangunan, longsor juga menghancurkan sejumlah barang berharga milik warga. Yamsutiyono mengaku peralatan kesenian kuda lumping miliknya ikut rusak akibat tertimpa material.

“Gamelan saya hancur semua. Nilainya dulu sekitar Rp75 juta, belum termasuk bangunan dan barang lainnya,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P. Martanto, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan tanah jenuh air sehingga tidak mampu menahan beban.

“Hujan deras disertai angin membuat pondasi samping rumah Ibu Tumiyati tidak kuat menahan tekanan air. Material kemudian roboh dan menimpa rumah di sekitarnya,” jelas Endro.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. BPBD juga telah melakukan asesmen di lokasi serta menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak.

“Tidak ada korban jiwa. Kami sudah menyalurkan bantuan seperti terpal dan sembako, sementara kerugian masih dalam proses pendataan,” tandasnya. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp