Jateng

Talud Penyangga Longsor, Jalan Permukiman di Bawen Semarang Ditutup Warga: Membahayakan

×

Talud Penyangga Longsor, Jalan Permukiman di Bawen Semarang Ditutup Warga: Membahayakan

Sebarkan artikel ini
talud longsor
Lokasi talud jalan yang longsor di lingkungan perumahan Griya Mustikajati, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, sementara diamankan dengan cara ditutup terpal, Jumat, 14 November 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Warga menutup sementara salah satu akses jalan di perumahan Griya Mustikajati, Bawen, Kabupaten Semarang.

Pasalnya, kondisi jalan perumahan tersebut cukup membahayakan. Hal itu lantaran talud penyangga badan jalan setinggi hampir 3,5 meter longsor sepanjang lebih kurang 14 meter.

Peristiwa longsornya talud di perumahan itu terjadi pada Rabu, 12 November 2025 lalu. Namun, karena pertimbangan kondisi curah hujan yang masih cukup tinggi, maka akses jalan tersebut ditutup.

“Untuk lokasi talud yang longsor sementara kami amankan. Caranya yakni menutupnya dengan terpal,” kata Syahrul Mistofa (36), salah seorang warga, Jumat, 14 November 2025.

BACA JUGA: Talud Setinggi 8 Meter Longsor Timpa Rumah di Ungaran, Dua Lansia Selamat

Menurutnya, penutupan dengan terpal itu guna mengantisipasi agar area longsor tidak semakin meluas dan mengancam bangunan rumah warga. Terutama, jika hujan lebat kembali turun.

Agar tak membahayakan warga yang melintas, akses jalan tersebut sementara juga warga tutup. Sebab, sebagian badan jalan tersebut ikut longsor.

Masih menurut Syahrul, saat peristiwa longsor, reruntuhan talud dan material tanah turut merusak tembok bangunan rumah warga dan menimbun saluran air yang berada tepat di bawahnya.

“Sehingga hari ini pemilik rumah yang terdampak tersebut terpaksa harus memperbaiki kerusakan tembok bangunan rumah dengan biaya sendiri,” imbuhnya.

Warga berharap Pemkab Semarang bantu penanganan talud longsor

Syahrul menyampaikan, untuk penanganan talud yang longsor serta perbaikan jalan, warga sangat berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.

Sebab, warga khawatir jika tidak segera tertangani, longsor akan semakin meluas. Bahkan, bisa membuat jalan perumahan tersebut benar-benar terputus dan tidak bisa warga lalui.

“Kemungkinan yang lebih buruk lagi, apabila longsor masih terjadi maka sejumlah bangunan rumah warga yang berada di atasnya juga semakin terancam,” tandasnya.

BACA JUGA: Imbas Hujan Deras, Talud di Ungaran Ambrol Timpa Gudang Alat Kebersihan DLH Kabupaten Semarang

Warga lainnya, Marfuah (50), menambahkan, saat kejadian, tiga sepeda motor milik warga yang sedang terparkir di pinggir jalan ikut terbawa longsor.

Ia menduga, selain faktor curah hujan tinggi, longsornya talud tersebut terjadi akibat pondasi konstruksi talud tergerus air dari saluran di bawahnya.

Sehingga, penanganannya tidak hanya sebatas pada perbaikan jalan dan talud yang longsor. “Tetapi, saluran air yang berada di bawah talud ini juga harus ada penanganan,” tegasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp