Lebih jauh, Mila mengingatkan bahwa aktivitas tambang galian C di lereng Gunung Slamet berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, utamanya risiko longsor.
“Yang paling parah itu kalau keruk tambang galian C terus-menerus dan tidak ada rehabilitasi atau perkuatan lereng, kemungkinan longsor itu cukup besar,” kata Mila.
Menurutnya, risiko tersebut hanya bisa terminimalisir jika ada upaya teknis yang jelas dan terdokumentasi. “Kecuali memang ada perkuatan-perkuatan, misalnya bronjong, supaya kalau ada longsor masih bisa tertahan,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





