“Sebesar apa pun tantangan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi ujian agar manusia menjadi kuat. Semakin kita ditimpa tantangan, maka kita akan semakin bangkit,” tuturnya.
Saat ditanya apakah wacana partai baru tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap PPP, Mardiono kembali menegaskan sikap optimistisnya. “Enggak. Saya tidak khawatir,” pungkasnya.
Ia menegaskan, PPP akan tetap fokus memperkuat basis kader, struktur, dan kerja-kerja politik menuju Pemilu 2029, tanpa terpengaruh isu kemunculan partai baru.
Persaingan Pemilu 2029 Semakin Ketat
Mardiono juga mengingatkan bahwa persaingan politik pada Pemilu 2029 akan semakin ketat. Selain kemungkinan bertambahnya jumlah partai peserta pemilu, komposisi pemilih juga akan didominasi generasi muda.
“Pemilu 2029 akan lebih berat. Sekitar 60 hingga 70 persen pemilih adalah generasi Z dan milenial. Maka cara berkomunikasi politik harus menyesuaikan dengan dinamika dan karakter generasi tersebut,” jelas Mardiono.
Terkait basis pemilih, Mardiono menegaskan bahwa PPP tetap konsisten pada jati dirinya sebagai partai yang berasaskan Islam. Namun, ia menekankan bahwa PPP bukan partai Islam eksklusif, melainkan partai yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan moral dalam berpolitik.
BACA JUGA: Panaskan Mesin Politik, PPP Optimistis Bangkit di Pemilu 2029 Lewat Konsolidasi Muswil IX Jateng
“PPP bukan partai Islam, tetapi partai yang berasas Islam. Artinya, perjuangan politik PPP berdasarkan nilai-nilai Islam, termasuk moralitas, etika, dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perjuangan politik PPP tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pada upaya menegakkan nilai-nilai persatuan, sebagaimana Nabi Muhammad SAW contohkan dalam menyatukan umat.
“Berpolitik tidak boleh keluar dari koridor nilai-nilai Islam. Tujuan kita adalah menyatukan umat dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Mardiono. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




