SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, angkat bicara terkait laporan dugaan penggelapan dana saksi Pemilu 2024 yang menyeret mantan Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie.
Mardiono berharap persoalan tersebut dapat terselesaikan secara internal dan kekeluargaan, tanpa harus berlanjut ke ranah hukum.
Menurutnya, polemik yang terjadi kemungkinan lantaran kurangnya komunikasi, informasi, serta keterbukaan antar pihak di internal partai.
BACA JUGA: Tetapkan Tujuh Formatur di Muswil IX Jateng, DPW PPP Targetkan 1 Bulan Rampung Penyusunan SK
“Ya saya berharap ini nanti bisa diselesaikan secara internal ya, secara kekeluargaan, tidak sampai masuk ke wilayah hukum. Bisa jadi ini karena kurangnya komunikasi, informasi, dan keterbukaan,” ujar Mardiono.
Ia menekankan pentingnya silaturahmi dan tabayun dalam menyelesaikan setiap persoalan internal partai. Menurutnya, setiap perbedaan pandangan, termasuk terkait kebijakan partai, seharusnya penyelesaiannya melalui dialog terbuka.
“Kalau ada kebijakan yang mungkin tidak tersepakati, silakan datang untuk tabayun. Saya bisa menjelaskan. Politisi itu kan disiapkan untuk berdebat dan berdiskusi, karena memang harus siap berbeda,” tegasnya.
Ketum PPP Mardiono sebut DPP akan Mediasi Pihak Berkonflik
Mardiono juga menilai perbedaan pendapat merupakan hal wajar dalam dunia politik, mengingat keberagaman latar belakang kader, masyarakat, hingga dinamika dengan partai lain.
Terkait langkah organisasi, Mardiono memastikan DPP PPP akan turun tangan sebagai mediator untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih. “Terakhir, DPP akan memediasi pihak-pihak yang terkait. Insyaallah,” katanya.
Menanggapi kemungkinan adanya sanksi hingga pemecatan terhadap pihak terlapor, Mardiono menegaskan bahwa hal tersebut merupakan langkah terakhir. Menurutnya, proses tabayun tetap menjadi prioritas utama.
BACA JUGA: Panaskan Mesin Politik, PPP Optimistis Bangkit di Pemilu 2029 Lewat Konsolidasi Muswil IX Jateng
“Itu [pemecatan] nanti di akhir. Kita lakukan tabayyun dulu. Dan itu sebenarnya untuk konsumsi internal, wilayah yang sangat privat,” jelasnya.
Ia pun meminta doa dari rekan-rekan media agar persoalan internal PPP dapat terselesaikan dengan baik dan tidak berlarut-larut.




