Politik

Tanggapi Wacana Pemakzulan Presiden Indonesia, Ketum GJL Riyanta: Kita Semua Harus Sadar Diri

×

Tanggapi Wacana Pemakzulan Presiden Indonesia, Ketum GJL Riyanta: Kita Semua Harus Sadar Diri

Sebarkan artikel ini
GJL Pemakzulan
Ketua Umum GJL, Riyanta, saat ditemui di kawasan Pandanaran, Kota Semarang, Kamis, 16 April 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Munculnya wacana atau ajakan pemakzulan terhadap Presiden RI menuai beragam respons, salah satunya dari Gerakan Jalan Lurus (GJL).

Ketua Umum GJL, Riyanta, menilai wacana tersebut merupakan hak politik setiap individu, namun mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas negara dan menghormati konstitusi.

“Saya kira kita semua harus sadar ԁiri. Jangan membangun tradisi mengganti kekuasaan politik lewat cara-cara yang belum saatnya,” ujar Riyanta saat beritajateng.tv temui di kawasan Pandanaran pada Kamis, 16 April 2026.

Ia menegaskan, masa jabatan presiden telah ԁiatur secara konstitusional selama lima tahun, sehingga sebaiknya semua pihak menghormati mekanisme tersebut.

“Kalau masa jabatan presiden itu lima tahun, ya sudah ԁijalani lima tahun. Tidak usah yang macam-macam,” tegasnya.

BACA JUGA: Soroti OTT dan Oknum Nakal, Ketum GJL Dukung Langkah Tegas Prabowo Bersih-bersih Pemerintahan

Terkait wacana yang ԁilontarkan sejumlah pihak, termasuk tokoh seperti Saiful Mujani, Riyanta menilai hal itu sah sebagai bagian dari kebebasan berpendapat dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar wacana tersebut tidak mengganggu stabilitas nasional.

“Kalau ada yang mewacanakan, itu hak politik. Tapi bagi kami di Gerakan Jalan Lurus, yang utama adalah bagaimana negara ini tetap stabil,” katanya.

Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan suasana kondusif untuk pembangunan, terutama di tengah ketidakpastian global. Ia mencontohkan potensi dampak konflik internasional terhadap ekonomi, seperti kenaikan harga minyak dunia.

“Kalau konflik global berlanjut, harga minyak bisa bergejolak. Dalam situasi seperti itu, kita butuh stabilitas, bukan wacana yang memicu ketidakpastian,” jelasnya.

Ketum GJL: Pemakzulan Bukan Perkara Ringan

Riyanta juga mengingatkan bahwa wacana besar seperti revolusi atau pemakzulan tidak bisa ԁianggap ringan, karena dampaknya bisa luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Orang berbicara pemakzulan atau revolusi itu mudah. Tapi kalau benar terjadi, belum tentu kita semua bisa menjalani kehidupan seperti sekarang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, GJL mengajak masyarakat untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam hal-hal positif, termasuk upaya pemberantasan korupsi dan pembenahan birokrasi.