SEMARANG, beritajateng.tv – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang membuat warga RW 1, Kelurahan Mangkang Kulon terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Plumbon.
Tanggul Sungai Plumbon itu tak mampu menahan debit air yang terus meningkat hingga akhirnya jebol sepanjang kurang lebih 25 meter.
Air meluap deras dan langsung merendam permukiman warga yang sebagian besar masih terlelap. Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) atau sekitar 120 jiwa terdampak banjir mendadak tersebut.
Derasnya arus membuat warga tidak sempat menyelamatkan harta benda. Sejumlah sepeda motor, mobil, hingga peralatan elektronik terendam. Sebagian warga hanya bisa pasrah melihat air masuk ke dalam rumah tanpa peringatan.
Erna, warga setempat, menuturkan kondisi tanggul sebenarnya sudah lama mengkhawatirkan. Ia melihat retakan dan rembesan air di beberapa titik saat hujan turun dalam beberapa waktu terakhir.
“Memang sudah banyak retakan dan rembesan. Tiba-tiba jebol saat warga tidur, jadi tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya.
Menurut Erna, selain kendaraan dan elektronik, ada warga yang kehilangan barang berharga seperti emas dan uang tunai yang diduga terseret arus banjir.
“Motor, mobil, dan elektronik banyak yang tidak terselamatkan. Ada juga kabar tetangga kehilangan emas dan uang tunai karena air datang mendadak,” tambahnya.
Banjir juga merendam fasilitas umum, termasuk MI Miftahul Athfal, sebuah pondok pesantren, dan satu masjid di sekitar lokasi.
BACA JUGA: Tanggul Sungai Plumbon Jebol, Air Meluber hingga Jalan Pantura dan Rendam Ratusan Rumah
Aktivitas belajar mengajar pun terganggu. Erna menyebut anaknya yang seharusnya mengikuti ujian terpaksa izin karena kondisi rumah masih berantakan.
Warga kini membutuhkan bantuan air bersih dan sembako untuk memenuhi kebutuhan harian. Mereka berharap perbaikan tanggul segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menilai lokasi tersebut membutuhkan penanganan khusus karena kontur wilayahnya lebih rendah dari area sekitar.





