SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah meluncurkan aplikasi berbasis virtual dan podcast digital sebagai inovasi untuk mempersiapkan pemilu 2024. Aplikasi bertajuk ‘Virtu’ tersebut resmi diluncurkan Jumat 31 Maret 2023 bersamaan dengan Rapat Kerja Bidang Logistik Pemilu 2024 di Kantor KPU Jateng.
Ketua KPU Jateng, Paulus Widiyantoro menuturkan, aplikasi Virtu ini terinspirasi saat pandemi 2020 silam. Pasalnya, KPU harus melakukan kunjungan pendidikan dan sosialisasi pada saat pandemi. Namun, hal tersebut terkendala oleh pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Kehadiran Virtu nantinya dapat mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat dalam proses pemilu 2024.
“Jadi pada saat tidak ada kunjungan mahasiswa atau pelajar, ada kebutuhan untuk pendidikan. Kemudian kami gagas kunjungan tersebut menjadi virtual. Sehingga tidak perlu datang fisik,” tambahnya.
BACA JUGA: KPU Jateng: Proses Coklit Libatkan 28 Juta Pemilih dan 117 Ribu Petugas
Tidak hanya terbatas untuk mahasiswa atau pelajar, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi seputar Pemilu 2024 mulai dari sejarah, hasil pemilu, dan lain sebagainya melalui Virtu.
“Virtu ini analoginya seperti pasar swalayan secara virtual. Kami juga ingin menyajikan informasi secara terbuka kepada masyarakat luas,” imbuhnya.
Sementara itu, KPU Jateng juga meluncurkan inovasi lain berupa podcast bertajuk Votecast. Sama seperti podcast pada umumnya, Votecast akan memuat tanya jawab serta bincang-bincang seputar kepemiluan.
Paulus menuturkan, penyelenggara pemilu, baik dari masyarakat, akademisi, hingga tokoh-tokoh tertentu, akan menjadi narasumber Votecast. Nantinya, mereka akan berbicara soal pemilu secara mendalam, singkat, dan dapat menyasar khalayak luas.
Pemilu 2024 Diikuti 60 Persen Pemilih Pemula
Inovasi ini mendapat sambutan dan apresiasi yang baik dari KPU RI. Pada kesempatan yang sama, Anggota KPU RI August Melasz yang turut hadir dalam peluncuran tersebut menyampaikan apresiasinya.
“Dua program ini relevan untuk kegiatan kampanye ke depan. Misalnya pada Pemilu 2024 nanti hampir 60 persen kalau usia pemilih pemula 17-39 tahun itu proporsinya 55–60 persen dari pemilih di Indonesia,” ungkapnya.





