Jateng

Targetkan Domino Jadi Cabor Resmi, Pengprov Orado Audiensi dengan KONI Jateng

×

Targetkan Domino Jadi Cabor Resmi, Pengprov Orado Audiensi dengan KONI Jateng

Sebarkan artikel ini
orado jateng koni
Pengurus Orado Jawa Tengah usai audiensi dengan KONI Provinsi Jawa Tengah di Kantor KONI Kompleks GOR Jatidiri, Kota Semarang. Rabu, 25 Februari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Upaya menjadikan permainan domino sebagai cabang olahraga prestasi terus digencarkan. Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah di Kantor KONI Kompleks GOR Jatidiruy0ui, Kota Semarang.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut permohonan audiensi Orado kepada KONI Jateng. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam surat undangan resmi bernomor 79/Und/II/2026 tertanggal 23 Februari 2026.

Pantauan beritajateng.tv agenda audiensi berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB dengan fokus pembahasan persyaratan Orado agar dapat bergabung di bawah naungan KONI.

Wakil Ketua Umum II KONI Jawa Tengah, Dwi Yasmanto, menjelaskan bahwa Orado merupakan organisasi olahraga baru yang baru dideklarasikan di tingkat pusat pada Januari 2026. Karena itu, proses menuju pengakuan sebagai cabang olahraga resmi masih membutuhkan sejumlah tahapan administratif dan pembinaan organisasi.

“Kami menerima audiensi dari Orado yang ingin mengetahui syarat untuk bisa bergabung di bawah naungan KONI. Syaratnya mengacu pada AD/ART KONI pusat maupun daerah. Salah satunya kepengurusan harus terbentuk minimal 50 persen plus satu dari jumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah,” ujarnya usai audiensi pada Rabu, 25 Februari 2026.

BACA JUGA: Tantangan Euforia Olahraga Padel di Indonesia: Masuk KONI Baru 2025, Pelatih Perlu Sertifikasi

Dengan jumlah 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Orado harus memiliki kepengurusan di sedikitnya 18 daerah. Selain itu, setiap kepengurusan kabupaten/kota juga wajib memiliki klub binaan agar pembinaan atlet berjalan nyata di masyarakat.

Menurut Yasmanto, KONI mengapresiasi inisiatif Orado yang mengangkat permainan yang sudah populer di masyarakat menjadi olahraga kompetitif. Ia menilai domino memiliki unsur konsentrasi, strategi, dan ketahanan mental yang berpotensi memenuhi kriteria cabang olahraga prestasi.

“Permainan domino ini sudah memasyarakat. Dalam praktiknya juga membutuhkan konsentrasi dan ketahanan fisik saat berada di bawah tekanan. Itu bisa menjadi indikator bahwa ini masuk kategori olahraga,” jelasnya.

Meski demikian, KONI Jateng masih menunggu regulasi dan keputusan dari KONI pusat. Utamanya terkait status resmi Orado sebelum proses lebih lanjut di tingkat provinsi.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Orado Jawa Tengah, Suli Wiranta, menegaskan bahwa audiensi ini bertujuan mendaftarkan domino sebagai cabang olahraga resmi sekaligus meminta arahan terkait persyaratan organisasi.

“Kami datang ke KONI Jateng untuk melakukan audiensi dan mendaftarkan olahraga domino agar bisa menjadi salah satu cabang olahraga di KONI,” katanya.

Saat ini, Orado Jateng baru memiliki enam kepengurusan kabupaten/kota yang terbentuk, yakni di Wonosobo, Magelang, Pekalongan, Batang, dan Jepara. Namun pihaknya menargetkan seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dapat segera terbentuk kepengurusan.

Target tersebut semakin dikejar karena Orado berencana mengikuti kejuaraan nasional pada April 2026.

Wakil Sekretaris Pengprov Orado Jawa Tengah, Yayak Oktavianus Ronsumbre, mengatakan pihaknya akan mempercepat pembentukan cabang daerah agar memenuhi syarat organisasi sekaligus menyiapkan atlet.

“Kami dikejar dari pengurus pusat supaya bulan April bisa ikut kejuaraan nasional. Jadi mau tidak mau pembentukan cabang kabupaten/kota harus segera selesai. Target awal 29 Kabupaten dan 6 Kota,” ujarnya.

BACA JUGA: KONI Kota Semarang Matangkan Persiapan Jelang Porprov Jateng 2026

Ia juga menekankan bahwa Orado memiliki misi mengubah stigma negatif domino. Yang selama ini kerap terkaitkan dengan perjudian menjadi olahraga resmi berbasis prestasi, seperti halnya catur.

“Di sini kami ingin mengenalkan bahwa domino itu olahraga cabang baru dan mengubah stigma buruk yang dulu teranggap judi menjadi olahraga resmi,” tegasnya.

Dalam skema pembinaan atlet, setiap kabupaten/kota nantinya akan mengirim maksimal tiga atlet ke tingkat provinsi sebelum penyeleksian menuju kejuaraan nasional. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp