SEMARANG, beritajateng.tv – Tebing setinggi seratus meter ambruk dan menimpa area tambang galian C di perbatasan Semarang dan Demak. Kejadian pada Jumat, 18 April 2025 sore itu menewaskan satu pekerja serta merusak sejumlah alat berat dan truk.
Longsoran besar terlihat dalam video amatir, menimpa truk serta alat berat yang masih beraktivitas di lokasi. Korban bernama Muslih (56), warga Rowosari, Kota Semarang. Muslih bekerja sebagai sopir dump truck dan tertimbun saat mengemudi di area tambang.
Lokasi longsor berada di antara Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, dan Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Posisi lokasi yang berbatasan menimbulkan kebingungan soal wilayah kejadian.
BACA JUGA: Tebing Tambang Galian C di Perbatasan Semarang – Demak Longsor, Sopir Dump Truck Tewas
“Dari peta desa yang kami miliki sebagai arsip dan dokumen resmi, bisa kami pastikan longsor terjadi di wilayah Kota Semarang,” ujar Kepala Desa Kebonbatur, Abdullah Fatoni, Minggu, 20 April 2025.
Pernyataan itu pihaknya sampaikan setelah mencocokkan peta satelit dengan dokumen desa.
Petugas gabungan dari Polrestabes Semarang, Polres Demak, dan Dinas ESDM Jawa Tengah langsung turun ke lokasi. Tujuan utama pengecekan ialah memastikan titik koordinat longsor agar penanganan hukum berjalan tepat.
“Kami bersama tim gabungan sudah lakukan olah TKP dan saat ini masih lakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Mranggen, AKP Margono.
Petugas dari Satreskrim Polrestabes Semarang serta Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah terus kumpulkan bukti di lokasi. Pemeriksaan akan melibatkan pihak terkait, termasuk PT Gunung Mas Beton selaku pengelola tambang tanah urug.
Penyelidikan terus berlangsung agar penyebab longsor segera terungkap. Warga berharap kejadian serupa tak kembali terjadi di masa mendatang. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





