Menurutnya, meskipun kondisi ekonomi global dan geopolitik saat ini cukup menantang, industri garmen di Kabupaten Semarang masih mampu bertahan dan bahkan terus membuka peluang kerja baru.
“Perusahaan-perusahaan garmen memiliki strategi untuk menyesuaikan pasar. Ketika pasar Eropa melemah, mereka mengalihkan produksi ke pasar regional atau kebutuhan dalam negeri,” jelasnya.
BACA JUGA: Jangan Lewatkan! Disnaker Semarang Gelar Job Fair, Ada 2 Ribu Lowongan Kerja
Salah satu contohnya adalah perusahaan yang memproduksi seragam TNI dan Polri sehingga tetap dapat beroperasi secara optimal.
“Alhamdulillah hingga saat ini tidak ada PHK dan perusahaan masih membuka lowongan kerja,” tambah Taufiq.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Pujo Pramujito, mengaku optimistis melihat tingginya jumlah lowongan yang tersedia dalam job fair kali ini.
Namun demikian, ia menilai pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah penting, yakni menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha.
“Setiap lowongan kerja membutuhkan kompetensi tertentu. Karena itu pelatihan keterampilan harus terus ԁiperkuat agar lulusan siap bersaing di dunia kerja,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi




