Pendidikan

Datangi Posko SPMB 2026, Ortu Siswa Bingung Muncul NIK “Gaib” di Data Disdik Jateng

×

Datangi Posko SPMB 2026, Ortu Siswa Bingung Muncul NIK “Gaib” di Data Disdik Jateng

Sebarkan artikel ini
Posko SPMB 2026
Salah satu orang tua siswa, Yeni (46), usai berkonsultasi di Posko SPMB 2026 di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 3 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dua hari sejak posko Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Tengah 2026 ԁibuka, sejumlah orang tua mulai mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah untuk mengadukan kendala saat membuat akun pendaftaran.

Sebagai informasi, tahapan pembuatan akun SPMB berlangsung pada 3-12 Juni 2026. Sementara verifikasi berkas dan aktivasi akun berlangsung pada 4-13 Juni 2026 mendatang.

BACA JUGA: Sekolah Bantu Pendaftaran SPMB Online, Orang Tua Calon Murid Merasa Lebih Mudah

Salah satu keluhan datang dari Yeni (46), warga Kota Semarang, yang menemukan nomor induk kependudukan (NIK) anaknya berbeda dengan data yang muncul dalam sistem SPMB.

Padahal, menurutnya, data kependudukan anaknya telah sesuai dengan dokumen resmi yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

NIK di KK dan Dukcapil Sama, Sistem SPMB Munculkan Data Berbeda

Yeni mengaku baru mengetahui persoalan tersebut saat hendak membuat akun SPMB untuk anaknya yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK. Rencananya, anak Yeni akan mendaftar ke SMK negeri di Kota Semarang dengan pilihan SMKN 6 Semarang dan SMKN 8 Semarang.

Ia mengatakan, NIK yang muncul di sistem berbeda dengan NIK yang tertera dalam Kartu Keluarga (KK). Bahkan, setelah mengecek ke Disdukcapil, data kependudukan keluarganya ԁinyatakan sudah sinkron dan menggunakan pembaruan terbaru.

“Nomor NIK anak saya di sistem berbeda. Padahal kami sudah ke Disdik dan Dukcapil. Kata pihak Dukcapil, data kami itu sudah sinkron dan pembaruan terakhir. Tapi kenyataannya, data di sistem Disdik kok berbeda dengan yang tertera di KK,” ujar Yeni usai melapor ke Posko SPMB 2026 di Kantor Disdik Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu, 4 Juni 2026.

Tak hanya NIK, Yeni juga menemukan ketidaksesuaian data alamat yang muncul dalam sistem. “Terus ada kesalahan di alamat juga. RT dan RW-nya sama, tetapi data Kelurahan dan Kecamatannya berbeda di sistem,” lanjutnya.

Yeni Pertanyakan Proses Verifikasi Data Sekolah