Jateng

Tekan Risiko Banjir, BNPB Kerahkan 3 Pesawat Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah

×

Tekan Risiko Banjir, BNPB Kerahkan 3 Pesawat Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Jateng Modifikasi Cuaca | Garam Operasi Modifikasi Cuaca
Petugas tengah menata karung berisi NaCL (garam) yang digunakan untuk operasi modifikasi cuaca di Bandara Semarang, Kamis, 19 Desember 2024. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tiga unit pesawat khusus Operasi Modifikasi Cuaca untuk wilayah rawan banjir di Jawa Tengah. Penambahan armada bertujuan menurunkan intensitas hujan tinggi selama musim ekstrem Januari 2026.

Kepala BNPB, Suharyanto, menyampaikan keterangan saat penyerahan bantuan korban banjir Demak. Ia menyebut dua armada berasal BNPB serta satu armada milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Operasi tersebut fokus pengendalian hujan agar debit air berkurang.

“Dari tiga armada pesawat yang kami kerahkan, dua armada berasal BNPB dan satu armada milik Provinsi Jawa Tengah,” kata Suharyanto, Sabtu, 17 Januari 2025.

BACA JUGA: Imbas Longsor Banjarnegara dan Cilacap, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca Cegah Hujan Lebat

Pada agenda tersebut turut hadir Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin, bersama Forkopimda serta anggota DPR RI Jamaludin Malik. Kehadiran unsur pemerintah memperkuat koordinasi penanganan banjir lintas sektor.

Suharyanto menjelaskan bencana alam kini meluas empat kabupaten Jawa Tengah. Wilayah terdampak meliputi Kudus, Jepara, Pati, serta Demak. Curah hujan pekan kedua Januari 2026 tercatat sangat tinggi beberapa wilayah.

Koordinasi intensif telah berlangsung bersama Gubernur Jawa Tengah guna antisipasi lanjutan. “Memang curah hujan minggu kedua Januari 2026 relatif tinggi, bahkan mencapai kategori ekstrem,” ujarnya.

Operasi Modifikasi Cuaca dengan Pesawat Tidak untuk Hentikan Hujan Total

Ia menegaskan Operasi Modifikasi Cuaca tidak bertujuan menghentikan hujan total. Program tersebut berfungsi menurunkan debit serta durasi hujan ekstrem. Harapannya hujan lebat berubah menjadi sedang dengan waktu lebih singkat.

“OMC itu tidak bisa menghentikan hujan, hanya mengurangi debit dan curah hujan,” ujarnya. Dengan metode tersebut, risiko limpasan air sungai bisa terkendali lebih baik.

Dampak banjir saat ini didominasi kerusakan infrastruktur publik. Jalan serta jembatan mengalami genangan berat bahkan putus. Korban jiwa juga tercatat, terutama wilayah Pati serta Jepara.

BACA JUGA: Ahmad Luthfi Bakal Perluas Modifikasi Cuaca: Kalau Semarang Saja, Podo Karo Nguyahi Segoro

BNPB menjadwalkan Operasi Modifikasi Cuaca berlangsung lima hari. Pelaksanaan mulai sejak 15 Januari 2026. Program tersebut mendukung percepatan tanggap darurat, terutama sektor transportasi serta infrastruktur warga.

Prioritas utama saat ini pemulihan akses transportasi serta fasilitas umum masyarakat. “Mudah-mudahan curah hujan lebih terkendali sehingga penanganan darurat segera terlaksana,” ucap Suharyanto.

Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin, menyampaikan apresiasi atas perhatian BNPB. Ia menilai dukungan pusat membantu solusi banjir wilayahnya. Menurutnya, banjir Demak dipicu curah hujan tinggi Karanganyar serta Mijen. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp