Jateng

Terdampak Banjir Tahunan, Warga Dusun Pancuran Sebut Dampak Jalan Tol Solo-Semarang

×

Terdampak Banjir Tahunan, Warga Dusun Pancuran Sebut Dampak Jalan Tol Solo-Semarang

Sebarkan artikel ini
banjir kabupaten semarang
Sekian tahun diam, warga Dusun Pancuran, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang bicara soal banjir. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sekian tahun diam, warga Dusun Pancuran, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang bicara soal banjir yang masih mereka alami.

Warga mengaku, sebelumnya lingkungan Dusun Pancuran tidak pernah terdampak banjir. Namun sejak ada jalan tol Semarang- Solo, di wilayah Kecamatan Bawen rumah mereka kebanjiran.

“Ya sejak ada jalan tol, rumah saya selalu kebanjiran karena luapan dari sungai,” ungkap Murtiah (52), salah seorang warga Dusun Pancuran, Desa Kandangan, Jumat, 9 Januari 2025.

Murdiah (50) menjelaskan, saat air sungai meluap, rumahnya mirip dengan kapal di tengah lautan air, karena air limpasan air sungai masuk dan menggenangi.

Banjir luapan tersebut sering terjadi semenjak ada jalan tol Semarang-Solo dan yang terparah tidak saja menjebol tembok salah satu bagian bangunan rumahnya hingga sejumlah perabotan ikut hanyut.

Bahkan bagian tembok yang jebol sudah diperbaiki beberapa kali, setelah dampak banjir luapan sungai yang berada di sebelah rumahnya kembali mengakibatkan tembok tersebut jebol.

BACA JUGA: Pengemudi Taxi Diduga Microsleep Tabrak Grandmax di Ungaran Semarang, Tiga Orang Luka-luka

Ia juga menyampaikan, proyek tol telah berdampak pada fungsi sungai akibat terjadi sedimentasi yang parah. Sehingga sungai tidak mampu menampung debit air yang melonjak.

Dahulu, sebelum ada jalan tol, sungai masih bisa menampung karena masih lebar. Walaupun debit air meningkat tajam akibat turun hujan deras tidak sampai meluap.

“Sekarang, tidak, karena sungainya semakin menyempit hingga airnya gampang meluap saat hujan lebat turun,” jelasnya, saat beritajateng.tv temui di Dusun Pancuran.

Oleh karena itu, Murdiah berharap penyebab luapan sungai tersebut harus segera ada penanganan. Karena ia dan beberapa tetangganya sudah bertahun-tahun merasakan dampaknya.

Setidaknya ada delapan rumah warga Dusun Pancuran yang selalu terdampak parah, saat luapan air sungai terjadi. Mereka juga khawatir lama-lama bisa roboh.

“Tolong agar segera ada pembenahan, sehingga setiap musim hujan kami tidak lagi was-was atau khawatir rumah kami kebanjiran,” ungkapnya kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Desa Kandangan, Paryanto meyampaikan, hari ini sejumlah pihak terkait melakukan peninjauan ke beberapa lokasi terdampak banjir luapan.

Seperti BPBD, DPU, BBWS Pemali-Juana dan juga PT TMJ selaku operator jalan tol Semarang-Solo. Dari peninjauan ini terungkap ada bebeberapa hal yang harus terbenahi agar air sungai tidak lagi meluap.

“Harus ada beberapa pembenahan mulai dari hulu hingga hilir, khususnya di lingkungan Dusun Pancuran, Desa Kandangan ini. Agar fungsi sungai kembali optimal,” jelasnya.

BACA JUGA: Wakil Rakyat Desak PT TMJ Segera Perbaiki Kerusakan Infrastruktur Terdampak Banjir

Paryanto juga menjelaskan, terkait dampaknyang diakibatkan, saat ini setidaknya delapan rumah warga sering kebanjiran dan satu pondok pesantren juga terdampak.

Ini terjadi setiap tahun pada saat musim penghujan. Maka selaku pemangku pemerintahan Desa Kandangan, ia berharap ada upaya dan langkah penanganan segera.

“Namun dari mereka akan melakukan asesmen terlebih dahulu hingga nantinya ada gambaran-gambaran mengenai penanganan yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini,” tegasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp