SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Rakyat Kabupaten Semarang meminta PT Trans Marga Jateng (TMJ) menggunakan dana CSR-nya untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur yang rusak terdampak banjir.
Sebab dampak banjir yang diakibatkan tidak hanya banjir yang menggenangi rumah warga di Dusun Pancuran, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Namun juga kerusakan takud dan jembatan.
Wakil Ketua FPKB DPRD Kabupaten Semarang, Hj Isroatun mengatakan, pihak-pihak terkait telah melakukan kunjungan lapangan. Hal itu untuk melihat dampak kerusakan akibat banjir di lingjubgan Dusun Pancuran.
Masing-masing Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Pemali Juana, PT TMJ serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang yang Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) wakilkan.
Dari kegiatan ini, ia menekankan agar segera ada pembagian tugas sesuai dengan kewenangan masing-masing. Hal itu guna menangani masalah yang sudah bertahun-tahun warga Dusun Pancuran hadapi.
BBWS siap melakukan asesmen dan tindak lanjut dan bahkan mulai hari ini sudah akan melakukan analisa lapangan terkait dengan sungai dan infrastrukturnya harus di bangun seperti apa untuk jangka panjangnya.
BACA JUGA: Terdampak Banjir Tahunan, Warga Dusun Pancuran Sebut Dampak Jalan Tol Solo-Semarang
Termasuk juga meminta ketegasan dari PT TMJ terkait dengan tanggungjawab dan kewenangannya. Karena PT TMJ, katanya, juga terlalu berbelit-belit dan tidak ada titik terang untuk penanganannya.
“Saya tidak mau tahu dan tetap meminta PT TMJ untuk bisa membangunkan jembatan jalan lingkungan yang sudah tergerus air sungai melalui dana CSR-nya,” ungkap Isroatun, Jumat, 9 Januari 2025.
Sebab, lanjutnya, dari diskusi di lapangan PT TMJ justru meminta pembangunan jembatan yang dimaksud menjadi kewenangan pemerintah daerah. Sementara sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar), ia tahu persis bagaimana pengajuan anggaran juga lama, karena tahapan dan prosedurnya.
Sementara kalau masih harus menunggu hingga beberapa tahun lagi, warga juga tidak bisa, karena sudah sekian tahun merasakan dampaknya,” tegas Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang ini.





