BLORA (beritajateng.tv) – Bermaksud melarikan diri menggunakan mobil siaga desa, Candra terduga pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korban bernama Zimul Mustakim (20) koma di rumah sakit akhirnya dibekuk petugas.
Tim gabungan Reserse Mobil (Resmob) Polres Blora dan Jatanras Polda Jateng juga berhasil mengamankan lima tersangka lainnya yang diduga ikut melakukan pengroyokan seorang pemuda hingga tak sadarkan diri.
Dengan menggunakan mobil siaga desa, dua pelaku dan keluarga terduga pelaku penganiayaan berhasil dibekuk Pasukan gabungan Reserse Mobil (Resmob) Polres Blora dan Jatanras Polda Jateng, pada Kamis dini hari, pukul 01.00 WIB. Sedangkan lima terduga pelaku lainya ditangkap dilokasi berbeda.
Kasat reskrim Polres Blora, AKP Supriyono mengatakan, pelaku yang berjumlah 2 orang berhasil diamankan di wilayah Tol Semarang arah Jakarta, tepatnya di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang.
“Benar dua pelaku kita amankan diwilayah tol Semarang, Pelaku dibekuk saat berada di dalam mobil siaga desa, berjenis Avanza,sedangkan lima lainnya ditangkap ditempat berbeda,”ungkap AKP Supriyono, Kamis (27/4/2023).
Menurutnya pelaku beserta tiga orang keluarganya, yakni bapaknya Candra yang merupakan kepala desa (kades) Kebonrejo, ibunya Candra, dan saudara perempuannya (adiknya) yang merupakan perangkat desa, sedang dalam pelariannya menuju kota Jakarta.
Pada Rabu (26/4/2023) kemarin, Polres Blora bersama tim Inafis telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kafe Juwadek, Banjarejo, Blora.
Hingga hari ini, petugas masih melakukan penyidikan maraton dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berjumlah 11 orang.
Sekedar diketahui, Kasus penganiayaan yang menimpa Zaimul Mustakim (20) warga Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, telah viral di media sosial.
Dia mengalami luka berat dan tak sadarkan diri setelah dikeroyok sekelompok pemuda.
Peristiwa nahas yang menimpa korban terjadi Jumat (21/4/2023) malam di sebuah kafe-karaoke. Kala itu, korban berniat melerai perkelahian antarkelompok pemuda. Apesnya, dia malah menjadi sasaran pengeroyokan.
Korban mengalami luka berat di kepala dan hingga kini belum sadarkan diri. Korban dibawa ke rumah sakit Sultan Agung Semarang. Sementara, kasus telah dilaporkan ke Polres Blora, Senin (23/4/2023) malam.
YK salah satu saksi mengatakan, peristiwa berawal sekitar pukul 23.00 WIB di sebuah kafe karaoke, wilayah Kecamatan Banjarejo.
“Saya dan korban waktu itu sedang di sebuah klub malam hiburan, terus ada sekelompok orang dari dua desa mau tawur. Saya dan korban karena kenal dengan C, salah satu yang mau tawur memisah. Karena C hanya orang tiga, musuhnya banyak C telepon ke temannya,” kata YK.
Selang beberapa waktu, lanjunya, datanglah sekitar 15-20 orang itu. “Saya dan korban disuruh pergi takutnya kena dikeroyok, namun sebelum pergi tiba-tiba ada yang memukul dari belakang dan korban dikeroyok,” kata YK. (*)
Editor: Elly Amaliyah





