Pendidikan

Terima 10 Siswa Lewat SPMB Tahap II, SMK Kartini Semarang Soroti Calon Murid Tak Masuk DTKS

×

Terima 10 Siswa Lewat SPMB Tahap II, SMK Kartini Semarang Soroti Calon Murid Tak Masuk DTKS

Sebarkan artikel ini
Siswa SMK Kartini
Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan sekaligus Tim Pengembang Sekolah, Subagyo Subali, saat dijumpai langsung di SMK Ibu Kartini, Selasa, 15 Juli 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Lebih lanjut, pihaknya mengapresiasi Pemprov Jateng yang menggandeng sekolah swasta, termasuk SMK Ibu Kartini, selama proses SPMB 2025. Hanya saja, ia berharap jumlah siswa reguler dan afirmasi yang masuk berimbang.

Jika kemitraan ini hanya mengandalkan siswa afirmasi, kata Subagyo, tak akan selaras dengan biaya operasional maupun prasarana di sekolah.

BACA JUGA: SPMB Tahap II Hanya Terisi Dua Murid, SMA Mardisiswa Semarang Isi Kuota dengan Jalur Reguler

“Kami berharap minimal jumlahnya berimbang dengan reguler. Kalau kita hanya bergantung pada afirmasi saja, sementara kebutuhan operasional sekolah kami saat ini—dengan kondisi sarpras yang ada—dari apa yang kami dapatkan dari afirmasi sebelumnya, itu belum mencukupi,” akunya.

Menurut pendapatnya, jumlah siswa reguler dengan afirmasi yang ideal ialah tiga banding satu. Tak hanya itu, ia pun turut menyoroti calon murid baru yang benar-benar membutuhkan, namun terdata sebagai P4 pada DTKS.

“Di sisi lain, kami juga harus peduli dengan lingkungan masyarakat kurang mampu. Saya mendukung kebijakan pemerintah, tapi ya itu tadi, persyaratannya perlu dilunakkan. Terkait DPT dan DTKS, kiranya masih banyak yang kurang sesuai, karena ada yang sangat membutuhkan, tapi mereka tidak dibekali nomor DTKS, sehingga tidak terjaring pada jalur afirmasi. Di Gajahmungkur itu ada [kasus begitu],” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp