SEMARANG, beritajateng.tv – SMK Ibu Kartini di Kota Semarang menerima sebanyak 168 siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. Dari ratusan siswa baru, sebanyak 10 orang mendaftar melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap kedua khusus jalur afirmasi.
Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan sekaligus Tim Pengembang Sekolah, Subagyo Subali, mengungkap mulanya terdapat 11 orang yang mendaftar ke sekolahnya pada SPMB tahap kedua.
Diketahui, SMK Kartini yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, ini menjadi mitra sekolah swasta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.
BACA JUGA: Baru 2 Calon Siswa Daftar SPMB Tahap Kedua di SMK Ibu Kartini Semarang, Kepsek Upayakan Jemput Bola
“Dari awal pendaftaran [SPMB tahap I] itu hanya 11 orang; dari 11 orang itu yang daftar ulang ada enam. Lalu ada kebijakan gelombang kedua dari Disdikbud Jateng, kami melacak dari 11 itu, terjaring hingga hari ini ada 10 siswa,” ungkap Subagyo saat dijumpai langsung di SMK Ibu Kartini, Selasa, 15 Juli 2025.
Ia merinci, dari 10 siswa afirmasi yang masuk lewat SPMB tahap kedua itu, sebanyak 8 orang masuk jurusan busana, satu orang masuk jurusan rekayasa perangkat lunak (RPL), dan satu orang lainnya masuk jurusan desain komunikasi visual (DKV).
Ada calon siswa ingin ikut SPMB tahap kedua SMK Kartini, namun tak terdata di DTKS
Meskipun yang mendaftar pada SPMB tahap kedua terlihat sedikit, namun Subagyo menyebut antusiasme calon murid baru begitu tinggi. Hanya saja, kata dia, syarat P1,P2, dan P3 pada DTKS menjadi penghalang mereka untuk mendaftar.
“Antusias masyarakat sebenarnya bagus ya, karena banyak yang datang kepada kami. Namun [mereka] terhenti pada meminta informasi saja, terkendala karena mereka tidak punya DTKS. Kedua, kalaupun ada, mereka termasuk prioritas 4, padahal yang jadi syarat SPMB tahun ini adalah P1, P2, dan P3. Jadi kalau kita jaring sampai P4, saya yakin angkanya bisa lebih besar,” bebernya.





