SEMARANG, beritajateng.tv – Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menghadiri pembukaan “Semarang – Netherlands Water Forum” bersama Pemerintah Belanda di Hotel Gumaya, Semarang.
Forum strategis ini merupakan bagian dari kunjungan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Belanda ke Indonesia. Dengan menghadirkan lebih dari 60 perusahaan dan organisasi Belanda di sektor air, maritim, dan hortikultura.
Dalam sambutannya, Agustina menyoroti sejarah panjang Semarang sebagai “Venetie van Java” dan hubungan erat dengan pemerintah Belanda.
BACA JUGA: Jadi Pembicara Konferensi Internasional, Walikota Semarang Perkenalkan SAN PIISAN
Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini sebagai upaya untuk membangun ketahanan sektor air, pertanian, dan pesisir yang lebih kuat, terpadu, dan berkelanjutan khususnya di ibu kota Provinsi Jawa Tengah.
“Air adalah sumber kehidupan yang tidak tergantikan, sehingga perlu kita jaga dan upayakan terus mengalir,” ujar Agustina pada Kamis, 19 Juni 2025.
Ia kemudian menuturkan tantangan perairan yang Kota Semarang hadapi sebagai “3T”. Yakni too much (banjir dan rob), too little (kekeringan), dan too dirty (kualitas air terpapar pencemaran ringan).
Secara spesifik, Kota Semarang menghadapi masalah banjir dan rob yang melanda 62% wilayah pesisir dan 46,7% wilayah non-pesisir.
Selain itu, terjadi penurunan permukaan tanah rata-rata 20 cm/tahun, degradasi kualitas air baku. Serta penurunan muka air tanah akibat eksploitasi berlebihan dan kapasitas drainase yang tidak memadai.
Siapkan Berbagai Strategi
Menanggapi tantangan ini, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang telah dan sedang menerapkan berbagai strategi manajemen sumber daya air, termasuk normalisasi sungai, pembangunan polder, dan tanggul rob.
Upaya ini juga melibatkan peningkatan kapasitas drainase, penambahan kolam retensi, rehabilitasi mangrove, dan penerapan teknologi “Water Based Flood Control.”
“Tantangan ini tentu tidak bisa kita atasi sendiri. Kami butuh kerja sama, kolaborasi, inovasi, dan teknologi dari para mitra. Termasuk dari Pemerintah Belanda, yang telah lama menjadi sahabat dan partner pembangunan di bidang pengelolaan air,” lanjut Agustina.





