HeadlinePeristiwa

Terjadi Lagi, Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Beringin Semarang

×

Terjadi Lagi, Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Beringin Semarang

Sebarkan artikel ini
ilustrasi tenggelam
Ilustrasi orang tenggelam. (Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Terjadi lagi sebuah peristiwa yang melibatkan anak sekolah dasar (SD). Bocah berusia 11 tahun hanyut di sungai Beringin, Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Semarang.

Adapun kejadian bocah 11 tahun hanyut ini terjadi pada hari Jumat, 19 Januari 2024.

Peristiwa kurang menyenangkan ini sudah dikonfirmasi oleh staf Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Nur Musthofa.

Nur Musthofa membenarkan bahwa bocah 11 tahun tersebut bernama Dina Farus Alkaesar. Ia merupakan warga Tikung RT 005 RW 002, Mangkang Wetan.

“Betul, ada info anak hanyut satu orang di Sungai Beringin, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu. Titik awal di jembatan rel sepur,” ujarnya.

Bocah tersebut kabarnya hanyut di aliran sungai Beringin, tepatnya di Jembatan Perlintasan Kereta Api di kawasan Kauman.

BACA JUGA: Bocah SD Hanyut di Sungai Wonotingal Semarang, Teriakan Minta Tolong Sempat Terdengar Warga

“Iya tadi saya dapat informasi dari masyarakat, menyampaikan hal itu. Ini kita sudah kirim personel menuju lokasi untuk assesment dan pencarian,” ungkap Humas SAR Semarang, Jumat 19 Januari 2024.

Di sisi lain, Lurah Mangkang Wetan Beni Irawan Sudewo juga membenarkan adanya kabar tersebut.

Kronologi kejadian bocah hanyut

Beni mengatakan, awalnya bocah tersebut mainan air di sungai pada saat kondisi hujan sekitar pukul 14.30.

“Itu awalnya ada lima anak, setelah hujan datang tiba-tiba arus ari deras. Empat anak berhasil menyelamatkan diri, tapi yang satu tidak. Setelah dicari tidak kelihatan (hanyut),” katanya.

Pihaknya menyebut bahwa sebelumnya terdapat lima orang anak yang bermain di sekitar sungai. Sempat saat itu juga warga mengingatkan soal kejadian tersebut.

“Informasinya masih 11 tahun, ya sekitaran usia SD. Ini masih pencarian. Padahal tadi sudah diingatkan warga sekitar, tapi tidak mau. Akhirnya kejadian ini,” katanya.

Sebelumnya, terdapat kejadian yang sama, yakni bocah SD yang hanyut terbawa arus saat bermain di saluran air di wilayah Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari.

Adapun peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 11 Januari 2024 kemarin.