Olahraga

Terjerembab di Ambang Zona Degradasi, Ini 3 Faktor Utama Penyebab PSIS Semarang Terpuruk di Liga 1

×

Terjerembab di Ambang Zona Degradasi, Ini 3 Faktor Utama Penyebab PSIS Semarang Terpuruk di Liga 1

Sebarkan artikel ini
PSIS Liga PSIS Arema Madura
Pemain PSIS Semarang dan PSM Makassar saing berebut bola. (Foto: Instagram/@psisfcofficial)

SEMARANG, beritajateng.tv – PSIS Semarang kembali menghadapi masa sulit di BRI Liga 1 2024/2025 setelah mengalami kekalahan dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-10.

Saat ini, Laskar Mahesa Jenar menduduki peringkat 15 dengan perolehan tujuh poin, yang membuat mereka semakin mendekati zona degradasi.

Berikut ini tiga faktor utama yang menjadi penyebab penurunan performa PSIS di awal musim ini.

1. Tak Punya Stadion Kandang

PSIS terpaksa bermain di luar Stadion Jatidiri sejak renovasi dimulai pada akhir 2023. Hal ini membuat mereka harus menjalani laga kandang di Stadion Moch Soebroto, Magelang, dan bahkan terakhir di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Situasi ini sangat memengaruhi performa PSIS, yang dari lima laga kandang musim ini hanya mampu meraih satu kemenangan, sementara empat lainnya berakhir dengan kekalahan. Kondisi ini berbeda dengan performa tandang mereka yang lebih stabil.

BACA JUGA: Derby Jateng Terancam Zona Degradasi Liga 1: Persis Solo Peringkat 16, PSIS Semarang Tepat di Atasnya

2. Krisis Striker

Produktivitas gol PSIS juga menjadi kendala serius. Dari 10 pertandingan yang sudah dimainkan, PSIS baru mencetak lima gol, menjadikan mereka tim dengan jumlah gol terendah di liga musim ini.

Absennya striker asing, Sudi Abdallah, sejak awal musim akibat cedera lutut sangat berdampak pada ketajaman lini depan.

Sementara itu, sang pengganti, Evandro Brandao, juga harus absen karena cedera saat latihan, sehingga belum bisa tampil membela PSIS.

BACA JUGA: Kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya, PSIS Semarang Masih Terpuruk di Peringkat 14 Klasemen Liga 1

3. Rekor Kartu Merah Paling Banyak

Catatan buruk lainnya datang dari jumlah kartu merah yang pemain PSIS terima. Hingga pekan ke-10, mereka sudah mengoleksi empat kartu merah langsung, yakni oleh Fernandinho, Riyan Ardiansyah, Roger Bonet, dan Adi Satryo.

Hukuman kartu merah ini tentu berdampak pada kekuatan tim, karena pemain-pemain tersebut merupakan pilar utama yang kerap masuk starting eleven.

Selain itu, sanksi larangan bermain dari Komdis PSSI membuat para pemain tersebut absen dalam beberapa pertandingan penting berikutnya.

Dengan tantangan-tantangan tersebut, PSIS Semarang harus segera melakukan perbaikan agar mampu keluar dari ancaman degradasi dan mengamankan posisi yang lebih baik di BRI Liga 1 musim ini. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp