Jateng

Ternyata Bodong, Ini Alasan Peserta Ikuti Lomba Tari Nasional Trofi Gubernur Jawa Tengah

×

Ternyata Bodong, Ini Alasan Peserta Ikuti Lomba Tari Nasional Trofi Gubernur Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Tari Lomba
Perwakilan sanggar tari, Endah, saat dijumpai di Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 26 Desember 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perwakilan sanggar yang anggotanya menjadi salah satu peserta penipuan trofi Gubernur Jawa Tengah mengungkap alasannya mengikuti lomba tari tradisional tersebut.

Perwakilan sanggar tari, Fandy Susilo Wibowo, membeberkan alasan pihaknya mengikuti ajang lomba tari tradisional tersebut.

Saat beritajateng.tv jumpai di Polda Jawa Tengah, Kamis, 26 Desember 2024, Fandy merasa tak ada yang janggal saat melihat flyer lomba tersebut. Iming-iming trofi Gubernur Jawa Tengah menjadi alasan utamanya untuk ikut serta dalam perlombaan itu.

Terlebih, selama ia mengikuti ajang perlombaan tari di Kota Semarang, Fandy mengaku tak pernah ada pelaksanaan lomba tari yang berujung gagal ataupun ditipu panitia. Hal itu membuatnya semakin percaya dengan lomba tari tradisional yang digelar oleh Semarang Economy Creative (SEC).

BACA JUGA: Buntut Penipuan Trofi Gubernur, Perwakilan Sanggar Tari Lapor Polda Jateng: 178 Penari Rugi Materi dan Mental

“Jadi flyer ini atas nama piala gubernur, otomatis secara gengsi, njih, itu kan semangat semua. Untuk urusan perizinan selama di Semarang, puluhan tahun gak ada panitia yang nekat berbohong atau menipu maupun lomba yang gagal. Ketika ada flyer itu otomatis kita percaya,” ungkap Fandy.

Selain Fandy, perwakilan sanggar tari lainnya yang turut hadir di Polda Jawa Tengah, Endah, mengungkap ia yang juga percaya saja flyer lomba tersebut.

“Flyer beredar awal November, saya melihatnya di medsos. 1,5 bulan sebelum lomba tanggal 20 Desember 2024, kan persiapan mereka [peserta lomba] cukup panjang, ya. Jadinya kok sampai tidak terlaksana, itu saya gak paham,” ungkap Endah.

Curiga grup WhatsApp lomba tari ramai di hari H

Kecurigaan Endah berawal dari grup WhatsApp yang riuh saat hari H acara.

“Saya kan nomor undi 8, saya taunya dari grup. Kok belum ada piala, sound system, back drop masih bersender di lantai, meja juri belum ada. Kalau lomba itu kan biasanya meja juri tertata rapi,  kok itu belum ada apa-apa? Lalu ada yang share, ‘Ini benar tempatnya?’ Tunggu sampai siang, kok gak ada kejelasan dari pihak panitia,” jelas Endah.

Anehnya, kata Indah, sehari sebelum lomba berlangsung, semuanya masih berjalan normal. Endah pun mengaku tak ada kejanggalan saat pengambilan nomor undi pada Kamis, 19 Desember 2024.

BACA JUGA: Soal Lomba Tari Trophy Gubernur oleh Dosen Mei Sulistyoningsih, Rektor UPGRIS: Bukan Tanggung Jawab Kami

“H-1 pas pengambilan undian masih lancar. Tapi begitu hari H, pagi itu, ada WA dari panitia yang masuk ke grup lomba. Tertuju kepada ibu panitia untuk bertanggung jawab. Dari peserta sendiri kan bingung, ada apa ini di grup panitia? Internal antarpanitia kok seperti ini? Kita kan gak tau masalah internalnya apa?” tutur Endah.

Lebih lanjut, pertemuan terakhir Endah dengan Mei Sulistyoningsih terjadi saat mediasi di Kantor Gubernur Jawa Tengah saat hari H lomba berlangsung. Dari mediasi itu, Endah mengaku tak banyak mendapat kepastian.

“Katanya pas mediasi per orang akan mendapat Rp250 ribu. Cuma dari tim sanggar tari belum bisa menerima, karena asumsinya yang dapat penggantian adalah gelombang pertama. Lah, yang gelombang pertama itu yang mana? Kan lomba gak terlaksana sama sekai, masih muter-muter dan gak ada kejelasan sampai saat ini,” pungkas Endah. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp