Peristiwa

Terpeleset Saat Bermain Sepeda, Bocah 5 Tahun di Kudus Hanyut di Anak Sungai Perak

×

Terpeleset Saat Bermain Sepeda, Bocah 5 Tahun di Kudus Hanyut di Anak Sungai Perak

Sebarkan artikel ini
Terpeleset Saat Bermain Sepeda, Bocah 5 Tahun di Kudus Hanyut di Anak Sungai Perak
Tim SAR melakukan pencarian terhadap bocah 5 tahun di Kudus yang hanyut di Sungai Perak. (Doc. Basarnas)

KUDUS, beritajateng.tv – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Minggu sore, berubah menjadi duka bagi sebuah keluarga di Desa Gondangmanis.

Seorang anak perempuan berusia lima tahun, Ismi Najiba Ulya, hanyut dan hilang setelah terjatuh ke anak Sungai Perak saat bermain sepeda di sekitar rumahnya, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Ismi, warga Kayuapu Wetan, Desa Gondangmanis, kal itu tengah bermain bersama dua kakaknya di area jalan yang tergenang limpasan air sungai. Kondisi jalan yang licin akibat hujan deras menjadi pemicu kecelakaan tersebut.

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Budiono, membenarkan peristiwa itu dan menyatakan pihaknya langsung menerjunkan tim pencarian begitu menerima laporan.

“Pagi ini kami menerima laporan kejadian bocah hanyut pada Minggu sore kemarin. Satu tim dari Basarnas Pos SAR Jepara langsung kami berangkatkan ke lokasi untuk melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan,” ujar Budiono, Senin (12/1/2026).

BACA JUGA: Talud di Sungai Tlogosari Raya Ambrol, DPRD Desak Pemkot Semarang Lakukan Perbaikan

Berdasarkan keterangan saksi mata, Munaji, warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Korban saat itu di bonceng oleh kakaknya yang kedua menggunakan sepeda. Kakak pertamanya bersepeda sendiri di depan mereka.

“Mereka bermain sepeda di area genangan air dekat sungai. Jalannya licin karena hujan deras,” tutur Munaji kepada petugas.

Nahas, sepeda yang Ismi tumpangi tergelincir. Tubuh kecil korban terjatuh ke sungai kecil di sisi jalan, sementara sang kakak masih sempat bertahan dengan berpegangan pada sepeda. Derasnya arus limpasan air membuat korban tak mampu bertahan dan hanyut terseret aliran sungai Perak.

Warga sekitar sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, arus air yang cukup deras membuat usaha penyelamatan tidak membuahkan hasil.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Basarnas Pos SAR Jepara. Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan, antara lain Rescue Car tipe 1, peralatan SAR air lengkap, Aqua Eye, serta perangkat komunikasi.

“Kami mengirimkan satu tim lengkap dengan peralatan SAR air. Kami berharap cuaca membaik dan debit air berkurang agar pencarian bisa berjalan maksimal dan korban segera ketemu,” kata Budiono.

Hingga berita ini rilis, proses pencarian masih terus berjalan dengan menyusuri aliran anak Sungai Perak. Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya bermain di sekitar aliran sungai saat musim hujan, terutama bagi anak-anak, ketika debit air dapat meningkat secara tiba-tiba. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp