SEMARANG, beritajateng.tv – Talud ambrol di sepanjang aliran sungai Jalan Tlogosari Raya, Kota Semarang, menjadi perhatian serius DPRD Kota Semarang.
Talud yang ambrol di kawasan padat aktivitas tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama pengguna jalan dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Anggota DPRD Kota Semarang, Ali Umar Dhani, meminta Pemerintah Kota Semarang tidak menunda penanganan.
Dia menilai kondisi talud yang sudah runtuh sebagian harus segera pemerintah tangani, terlebih memasuki musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi.
“Talud ini memiliki fungsi vital sebagai penahan struktur jalan sekaligus pengaman aliran sungai. Kalau dibiarkan terlalu lama, ambrolan bisa melebar dan membahayakan warga maupun pengendara yang melintas,” ujar Ali, Minggu, 11 Januari 2026.
Ali menjelaskan, kerusakan talud diduga dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari usia bangunan, tekanan debit air sungai, hingga minimnya perawatan berkala. Kondisi tersebut terlihat dari adanya retakan sebelum akhirnya talud mengalami runtuh.
Menurutnya, langkah cepat berupa penanganan darurat harus segera dilakukan untuk mencegah longsor susulan. Di sisi lain, pemerintah juga perlu menyiapkan perbaikan permanen berdasarkan kajian teknis yang matang.
BACA JUGA: Talud Sungai Plumbon Kembali Jebol, Warga Mangunharjo Was-was Tiap Musim Hujan
“Kami mendorong dinas terkait tidak hanya melakukan tambal sulam. Perlu ada kajian teknis menyeluruh agar perbaikannya kuat dan berjangka panjang. Jangan menunggu sampai ada korban baru bergerak,” tegasnya.
Selain aspek konstruksi, Ali juga menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan di sekitar aliran sungai.
Menurutnya, persoalan talud kerap berkaitan dengan kondisi sungai yang tidak terawat, termasuk penumpukan sampah dan sedimentasi yang meningkatkan tekanan air.
“Normalisasi sungai dan pengendalian sampah harus berjalan beriringan dengan perbaikan fisik talud. Kalau aliran air tersumbat, tekanan ke struktur talud akan terus terjadi dan risiko kerusakan akan berulang,” katanya.





