SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Semarang kini memiliki destinasi wisata sekaligus kuliner baru yang menawarkan pengalaman berbeda. The Olive Manor, kawasan wisata bertema African Farmhouse dengan sentuhan arsitektur Cape Belanda khas Afrika Selatan, resmi hadir dan langsung mencuri perhatian masyarakat sejak dibuka pada 1 November 2025.
Mengusung konsep kawasan terpadu, The Olive Manor bukan sekadar tempat makan dan nongkrong. Area The Olive Manor dirancang sebagai destinasi wisata pengalaman, lengkap dengan pemandangan danau, bangunan artistik, hingga beragam spot foto estetik yang instagramable.
Marketing Communication The Olive Manor, Yoanda Adhisty, menjelaskan bahwa konsep unik tersebut merupakan gagasan langsung dari founder Rustic Market yang berkolaborasi dengan pihak investor.
“Konsep African Farmhouse ini dari desain bangunan, tata kawasan, sampai detail arsitektur Cape Belanda, semuanya dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung,” ujarnya.
The Olive Manor, Outlet Pertama Rustic Market di Jawa Tengah
The Olive Manor merupakan outlet ke-8 Rustic Market sekaligus yang pertama hadir di Jawa Tengah.
“Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai kafe atau restoran. Setiap outlet Rustic Market itu adalah sebuah kawasan. Jadi tamu yang datang tidak hanya makan dan minum, tapi benar-benar menikmati suasana,” jelas Yoanda.
BACA JUGA: Nostalgia Masa Kecil hingga Wisata Sejarah, Lawang Sewu Jadi Jujugan Wajib Wisatawan di Semarang
Konsep kawasan ini terlihat dari luas area The Olive Manor yang terdiri dari empat bangunan utama, masing-masing dengan fungsi dan karakter berbeda.
Setibanya di kawasan The Olive Manor, pengunjung akan dapat menikmayi nuansa Afrika yang kental. Yakni melalui ornamen dan patung hewan seperti bebek dan babi, memperkuat kesan African Farmhouse.
Terdapat empat bangunan di kawasan tersebut antara lain, The King Protea, bangunan berwarna oranye semi outdoor tanpa AC dengan nuansa terbuka.
Baby Barn, berfungsi sebagai makeup room dan fasilitas pendukung paket photoshoot serta event seperti wedding.
Gisela Se Huis, ruang indoor ber-AC untuk acara intimate event. Terakhir ada The Cape Colony, bangunan indoor ber-AC dengan konsep utama African Farmhouse dan dekorasi khas Afrika.
“Karena kami menyebutnya kawasan, memang tidak hanya satu bangunan. Setiap ruangan punya fungsi dan suasana yang berbeda,” tambah Yoanda.
Dengan berbagai macam pilihan bangunan, pengunjung dapat memilih nuansa yang mereka inginkan untuk menikmati hidangan sambil melihat pemandangan.
Jadi Destinasi Favorit, Tembus Seribu Pengunjung Saat Liburan
The Olive Manor buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB dengan batas pemesanan hingga 20.30 WIB. Antusiasme pengunjung meningkat signifikan saat akhir pekan dan musim liburan seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam sehari, jumlah pengunjung bisa menembus 1.000 orang, terutama pada periode high season. Untuk menjaga kenyamanan, pihak pengelola menerapkan sistem on the spot tanpa reservasi.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Wisata Grobogan Buat Liburan Nataru 2025, Pas Buat Healing Bareng Keluarga!
Jika kapasitas penuh, pengunjung akan diarahkan ke sistem waiting list.
“Kami ingin semua pengunjung mendapatkan pengalaman yang nyaman. Kalau sudah penuh, kami terapkan waiting list agar tamu tidak kepanasan dan pelayanan makanan tetap maksimal,” ungkap Yoanda.
Konsep African Farmhouse, arsitektur Eropa-Afrika, serta suasana kawasan yang luas dan estetik, The Olive Manor Semarang menjadi alternatif wisata baru bagi warga lokal maupun wisatawan. (*)
Editor: Farah Nazila





