SEMARANG, beritajateng.tv – Cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi aktivitas warga Semarang dan Jawa Tengah pada Jumat, 2 Januari 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Informasi tersebut muncul melalui pemantauan resmi lembaga meteorologi nasional.
BMKG menilai kondisi atmosfer saat ini mendukung pembentukan awan hujan intensif. Selain itu, pola angin dan kelembapan udara memicu peningkatan curah hujan. Oleh sebab itu, warga yang beraktivitas luar ruang perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak pagi.
Prakirawan BMKG, Adelia, menjelaskan potensi hujan mencakup banyak wilayah Indonesia. “Mayoritas wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi pada Jumat,” ujar Adelia. Ia menambahkan hujan ringan hingga lebat dapat muncul bersama kilatan petir.
BACA JUGA: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Cilacap-Banjarnegara, Kota Semarang Hujan Ringan hingga Sedang
Pernyataan tersebut menegaskan ancaman cuaca ekstrem tidak terbatas satu daerah. Kondisi serupa berpeluang muncul pada kawasan perkotaan hingga wilayah pesisir. Jawa Tengah termasuk wilayah yang memerlukan perhatian lebih intensif.
BMKG secara khusus menyoroti wilayah Semarang dan sekitarnya. Lembaga tersebut memperkirakan hujan lebat hingga sangat lebat dapat muncul dalam beberapa periode. Situasi ini meningkatkan potensi banjir, genangan, serta tanah longsor pada daerah rawan.
Warga yang tinggal dekat aliran sungai perlu memantau kenaikan muka air. Selain itu, pengendara disarankan mengurangi kecepatan saat hujan deras. Langkah sederhana tersebut dapat menekan risiko kecelakaan.
Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Himbau Warga Cabut Perangkat Listrik Saat Hujan
Adelia juga menyampaikan peluang hujan petir pada sejumlah kota besar. “Hujan petir berpeluang terjadi pada Semarang, Denpasar, dan Mataram,” kata Adelia. Menurutnya, petir berisiko mengancam keselamatan serta jaringan listrik.
Fenomena petir dapat merusak peralatan elektronik rumah tangga. Karena itu, masyarakat sebaiknya mencabut perangkat listrik saat hujan petir berlangsung. Upaya tersebut dapat mengurangi risiko kerusakan akibat lonjakan arus.





