Dukungan penuh dari TI Jawa Tengah juga menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas atlet. Jam terbang di level internasional sangat krusial untuk mengasah kemampuan menghadapi lawan-lawan kelas dunia.
Dengan pengalaman yang terus bertambah, TI Jateng menargetkan ketiganya mampu mencapai puncak prestasi. Termasuk meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
“Kami mohon doa masyarakat Jawa Tengah. Di bawah komando Letjen TNI Deddy Suryadi, kami terus memantau dan mendukung perkembangan atlet di Pelatnas. Ini bukti bahwa Jawa Tengah konsisten berkontribusi bagi olahraga nasional,” jelas Derry.
Di sisi lain, Ariqfallah Indrayana menyadari bahwa tantangan yang menanti tidaklah ringan.
Ia menyebut sejumlah negara memiliki kekuatan besar di cabang taekwondo, termasuk Spanyol, Uzbekistan, hingga Italia.
“Persaingan pasti berat. Atlet dari negara-negara itu sangat kuat. Tapi itu bukan alasan untuk mundur. Kami akan berjuang maksimal demi membawa Indonesia naik ke podium,” tegas atlet asal Semarang tersebut.
Langkah tiga atlet muda ini kini menjadi harapan baru bagi taekwondo Indonesia. Dari Jawa Tengah, mereka membawa semangat Merah Putih untuk bersaing, belajar, dan membuktikan diri di panggung dunia. (*)
Editor: Elly Amaliyah





