Hukum & Kriminal

Tiga CCTV Polda Jateng Rusak saat Kecelakaan Iko Juliant, Kabid Humas: Jaringan Putus, Ada Perbaikan Gedung Borobudur

×

Tiga CCTV Polda Jateng Rusak saat Kecelakaan Iko Juliant, Kabid Humas: Jaringan Putus, Ada Perbaikan Gedung Borobudur

Sebarkan artikel ini
Rekonstruksi CCTV Iko
Saksi Muhammad Aziz Saputra dan Ficky Ardianto alias Aziz dan Ficky dalam rekonstruksi yang berlangsung di samping Polda Jawa Tengah, Jalan Veteran, Kota Semarang, Rabu, 1 Oktober 2025. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Ada tiga titik di samping kanan itu off semua pada saat kejadian, karena jaringannya terputus. Kami sedang renovasi bangunan Gedung Borobudur dan kabelnya tercampur, putus,” jelasnya.

Ia menambahkan, tiga CCTV tersebut berada dalam satu tiang dengan dua arah perekaman.

“Ada satu tiang dengan dua arah,” sambung Artanto.

BACA JUGA: Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa Unnes versi Aziz dan Ficky: Motor Iko Juliant Tabrak dari Belakang

Insiden terekam CCTV dari bangunan lain, Artanto pastikan kuasa hukum sudah melihat rekamannya

Meski begitu, Artanto memastikan masih ada CCTV lain yang tetap aktif di kawasan tersebut, namun bukan milik Polda Jawa Tengah.

“Ada, CCTV tetap ada. Tapi bukan dari CCTV Polda, melainkan dari bangunan lainnya,” katanya.

Artanto turut menegaskan bahwa rekaman CCTV dari bangunan lain di sekitar lokasi memperlihatkan secara jelas peristiwa kecelakaan yang menewaskan Iko.

Rekaman tersebut sudah pihaknya tunjukkan dalam gelar perkara penyidik dengan penasihat hukum serta pihak keluarga korban turut menyaksikan.

“Jelas [terekam kecelakaan Iko dari CCTV bangunan lain] dan hal itu sudah penyidik gelar dengan disaksikan oleh penasihat hukum maupun dari pihak korban. Baik keluarga dari Iko maupun saksi yang kendaraan di depan,” tuturnya.

Ia memastikan, penasihat hukum keluarga Iko telah melihat langsung rekaman tersebut saat proses penyelidikan berlangsung. “PH (penasihat hukum)-nya sudah,” terang Artanto.

Menanggapi kemungkinan adanya sanksi atau kelalaian, Artanto mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari pengelola jaringan CCTV. Pemeriksaan tersebut untuk memastikan penyebab utama gangguan tersebut.

“Ya, ini kan kita sedang mengambil keterangan dari pengelola dan kendali dari semua CCTV itu. Apakah itu disengaja atau memang akibat dari akses dampak renovasi bangunan,” pungkas dia.

Kabar sebelumnya, kuasa hukum keluarga Iko Juliant Junior kecewa setelah mengetahui CCTV di Gedung Borobudur Polda Jawa Tengah rusak. Padahal, salah satu CCTV di gedung tersebut mengarah langsung ke Jalan Veteran, lokasi peristiwa yang menewaskan Iko pada Minggu, 31 Agustus 2025 dini hari.