“Kantor Bupati Batang bangunannya rusak ringan, termasuk Masjid Agung. Ada fasos-fasum, termasuk di dalamnya ada rumah rusak berat itu sekitar 6 unit. Sisanya rusak sedang sampai ringan, sekitar 50 bangunan,” ungkapnya.
Bergas pastikan KITB dan PLTU di Batang tak terdampak gempa
Bergas mengaku telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait, utamanya dengan Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki untuk rencana pembersihan dan penanganan yang sifatnya darurat.
Sehingga, kata Bergas, pemulihan dapat segera dilakukan.
Pihaknya memastikan kawasan strategis seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tak terdampak gempa.
“Kawasan-kawasan strategis seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), itu, Alhamdulillah tidak terdampak. Termasuk PLTU juga tidak terdampak,” ucapnya.
Batang berstatus tanggap darurat
Sejak terjadinya gempa, Bergas telah menetapkan status tanggap darurat di Batang. Ia menyebut sempat terjadi gempa susulan, namun setelahnya dinyatakan aman.
“Kemarin ada gempa susulan sekitar 2 SR dan itu tidak terlalu terasa. Hari ini sudah clear, artinya sudah tidak ada lagi,” imbuh Bergas.
BPBD Jawa Tengah, tutur Bergas, akan menggelar rapat koordinasi (rakor) berkaitan dengan penanganan untuk 7 hari sampai 14 hari mendatang.
BACA JUGA: Guncangan Gempa di Tuban Terasa Hingga Blora, Warga Berhamburan Keluar
Hingga saat ini, Bergas mengungkap BPBD Batang juga masih mendata korban terdampak dan kerugian yang dialami akibat gempa tersebut.
“Hari ini dilakukan assessment, termasuk dari Disperakim Provinsi Jateng. Kita minta tolong untuk bisa dilakukan standarisasi terkait kerusakan rumah,” jelasnya.
Bergas berharap, warga terdampak di Batang bisa segera pulih dan kegiatan masyarakat juga berlangsung normal. (*)
Editor: Farah Nazila