Aksi balap liar biasanya tidak muncul secara tiba-tiba. Tentu saja berawal dari kebiasaan, hingga membentuk kecenderungan perilaku untuk menyimpang. Maka dari itu, peran para stakeholder menjadi hal yang sangat urgent untuk meminimalisir aksi balap liar.
Selain itu perlu ada upaya kuratif untuk mengurangi kebiasaan buruk generasi muda yang sudah terlanjur menyukai balap liar. Misalnya saja pemerintah memfasilitasi untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut menjadi bakat yang memiliki prospek tinggi, seperti menjadi seorang pembalap di event nasional.
Apabila semua lini bekerja sama dan menaruh perhatian serius terhadap masalah ini, bukan tidak mungkin aksi balapan liar tidak terjadi lagi. Adanya realitas tersebut menjadi sindiran halus bagi stakeholder di lingkungan pembalap liar remaja agar merencanakan upaya preventif dan kuratif secara komprehensif (*).





