Jateng

Tinjau Titik Terparah Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung

×

Tinjau Titik Terparah Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung

Sebarkan artikel ini
Banjir
Wagub Jateng mengunjungi lokasi terparah dampak banjir bandang di kawasan Lereng Gunung Slamet, di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Minggu, 25 Januari 2025. (Foto: Humas Pemprov Jateng).

Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung, sehingga air menggenangi permukiman warga serta merusak infrastruktur di sejumlah desa.

Dampak Banjir Pemalang

Berdasarkan pendataan sementara, 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini.

Untuk menampung warga yang mengungsi, pemerintah menyiapkan beberapa titik pengungsian, yaitu Kantor Kecamatan Pulosari yang menampung 148 jiwa, Gedung PC NU sebanyak 381 jiwa, serta SDN 02 Penakir dengan 30 jiwa pengungsi.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Selain itu, dua orang warga Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, masih dalam proses pencarian. Lalu, tujuh orang warga Desa Sima, Kecamatan Moga, mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur vital. Jembatan Walim dan Jembatan Beser di Desa Gunungsari yang merupakan penghubung Dusun Silegok–Sipendil terputus.

Jembatan di Dusun Batursari pada Sungai Comal, perbatasan Desa Penakir, juga mengalami kerusakan berat hingga terputus.

Selain itu, Jembatan Sungai Reas di Desa Jurangmangu rusak, serta jaringan perpipaan di desa yang sama hanyut terbawa arus.

Kerusakan turut terjadi pada sektor perumahan warga. Sebanyak delapan unit rumah hanyut, 18 unit rumah mengalami rusak berat, dan 24 unit rumah rusak sedang.

Sebagai respons, Pemerintah Kabupaten Pemalang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.

Berbagai upaya penanganan telah dilakukan, di antaranya evakuasi warga ke tempat aman, pendirian posko logistik dan dapur umum, layanan kesehatan keliling, serta penanganan teknis infrastruktur melalui pembersihan material dan asesmen kerusakan.

Selain itu, posko layanan kesehatan juga didirikan untuk memastikan kebutuhan medis warga terpenuhi.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp217.602.326. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan dan non-makanan, beras sebanyak satu ton, kasur, tenda gulung, selimut, family kit, dan kids ware. (*)