Jateng

TKD Dipotong, Bupati Semarang Prioritaskan Gaji, Kesehatan, dan Infrastruktur

×

TKD Dipotong, Bupati Semarang Prioritaskan Gaji, Kesehatan, dan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini
Bencana Hidrometerologi | ngesti nugraha
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – ‘Pemangkasan’ dana transfer ke daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat bakal membuat daerah kembali ‘memutar otak’ untuk melakukan berbagai efisiensi.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengisyaratkan bakal melakukan beberapa strategi guna menyikapi kebijakan fiskal Pemerintah Pusat tersebut.

Menurutnya, di tahun 2026 nanti akan ada pengurangan dana transfer daerah oleh Pemerintah Pusat sekitar Rp250 miliar. Kemudian Dana Desa juga akan berkurang sekitar Rp 31 miliar

Terkait hal ini bupati mengaku terus melakukan pembahasan bersama tim eksekutif. Selain itu juga terus berkomunikasi dengan pimpinan DPRD Kabupaten Semarang.

“Termasuk juga dengan unsur pimpinan komisi maupun pimpinan fraksi di DPRD Kabupaten Semarang,” jelasnya, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa 20 Oktober 2025.

BACA JUGA: Kasus Baru HIV di Kota Semarang Turun Signifikan Selama 2025

Berikutnya, lanjut bupati, beberapa pihak penerima hibah, baik hibah kemasyarakatan maupun hibah sosial, juga diundang untuk berdiskusi bersama-sama.

Demikian pula Hamong Projo (paguyuban kepala desa), Forsekdesi (forum sekretaris desa) dan PPDI (forum perangkat desa) juga diajak untuk membicarakan permasalahan tersebut.

“Dalam kondisi seperti ini, kami tentu harus melakukan sejumlah efisiensi yang cukup besar, terutama untuk program maupun kegiatan yang sifatnya tidak terlalu mendesak.

Program-program yang cukup mendesak, seperti gaji, air, listrik dan IT tetap prioritaskan. Selanjutnya program- program di bidang kesehatan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

BACA JUGA: Satu Tahun Kinerja Prabowo-Gibran, Mahasiswa di Semarang Kritik MBG hingga Tuntut Reshuffle Menteri

Bupati juga menyampaikan, terkait dengan strategi tersebut, program pembangunan infrastruktur yang kemungkinan nanti akan berkurang di Kabupaten Semarang.

“Tentunya dengan adanya pengurangan dana transfer pusat ini, kami akan semakin mengemat anggaran-anggaran yang bisa di efisienkan,” tegas Ngesti. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp