Jateng

TMMD Penggaron Kidul Dimulai, 10 Rumah Tak Layak Huni di Semarang Bakal Diperbaiki

×

TMMD Penggaron Kidul Dimulai, 10 Rumah Tak Layak Huni di Semarang Bakal Diperbaiki

Sebarkan artikel ini
TMMD Penggaron Kidul Dimulai, 10 Rumah Tak Layak Huni di Semarang Bakal Diperbaiki
Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap IV 2026 di Penggaron Kidul Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Semarang Targetkan Penanganan 2.500 Rumah Tidak Layak Huni

Rehabilitasi 10 rumah di Penggaron Kidul menjadi bagian dari upaya lebih luas Pemerintah Kota Semarang dalam menangani RTLH. Pada 2026, pemerintah menargetkan perbaikan sebanyak 2.500 rumah.

Pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor. Selain pemerintah kota, keterlibatan BAZNAS, dunia usaha, masyarakat, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat diperlukan untuk memperluas jangkauan bantuan.

Dalam pembukaan TMMD, Agustina juga menyerahkan paket sembako kepada keluarga yang memiliki baduta berisiko stunting, membagikan bibit tanaman, dan meninjau stan bazar warga.

Program ini turut menghadirkan layanan kesehatan dan keluarga berencana, layanan identitas kependudukan digital, serta donor darah. Warga juga dapat mengikuti pelatihan hidroponik, pengelolaan sampah organik, dan pemasaran digital.

Untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, panitia menghadirkan bazar UMKM/IKM, pasar murah PAK RAHMAN, promosi pangan lokal PISANG LEGI, serta KLINIK PANGAN.

Berbagai kegiatan tersebut memperluas manfaat TMMD. Program ini tidak hanya menggarap pembangunan fisik, tetapi juga membuka akses pelayanan publik dan mendukung aktivitas ekonomi warga.

Pengerukan Sungai Anak Babon Dukung Kesiapan Hadapi Hujan

Di tengah pelaksanaan TMMD, perhatian terhadap kondisi lingkungan juga menjadi penting menjelang musim hujan. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum melakukan pengerukan Sungai Anak Babon sepanjang 700 meter di kawasan Bangetayu Wetan–Penggaron Lor.

Agustina mengingatkan warga agar ikut menjaga kebersihan sungai dan saluran air. Menurutnya, infrastruktur yang telah di bangun perlu di dukung kebiasaan masyarakat dalam merawat lingkungan.

“Jangan menunggu banjir terjadi untuk mulai bergerak. Kami mengimbau warga tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air serta rutin membersihkan drainase di sekitar rumah,” ujar Agustina. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp