Ekbis

Dekranasda Salatiga Sebut Produk UMKM Lokal Berpeluang Tembus Pasar Internasional, Benarkah?

×

Dekranasda Salatiga Sebut Produk UMKM Lokal Berpeluang Tembus Pasar Internasional, Benarkah?

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan di arena INACRAFT 2026, Kota Selatiga, belum lama ini. (Foto: Dok. Dekranasda)
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan di arena INACRAFT 2026, Kota Selatiga, belum lama ini. (Foto: Dok. Dekranasda)

SALATIGA, beritajateng.tv – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, mengatakan, peluang produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal setempat terbuka untuk menembus pasar ekspor.

“Produk-produk UMKM lokal Kota Salatiga memiliki peluang untuk ekspor. Perlu terus belajar, menyiapkan kualitas dan standar produk, serta mengikuti proses kurasi agar semakin siap masuk pasar internasional,” katanya, Selasa, 13 Oktober 2026.

Hal itu, kata Retno Robby Hernawan, tampak peluang dari keikutsertaan sembilan produk UMKM lokal Kota Salatiga, pada pameran seni dan kerajinan tangan (kriya) INACRAFT 2026, baru- baru ini.

Menurut Retno, selain kualitas produk, aspek desain, kemasan, inovasi, serta konsistensi produksi perlu terus ada penguatan.

BACA JUGA: Nala Indonesian Tea, Teh Artisan Asal Batang yang Tembus Pasar Australia hingga Eropa

Maka, kata dia, proses kurasi dan keikutsertaan dalam sejumlah pameran berskala nasional dan internasional menjadi sangat penting.

Khususnya, ucap Retno, dalam mempersiapkan produk- produk UMKM lokal di Kota Salatiga semakin memahami selera serta kebutuhan pasar internasional.

“Sehingga produk lokal tersebut memiliki saya saing untuk menembus pasar internasional,” katanya.

Retno berkata, kehadiran Dekranasda Kota Salatiga di INACRAFT 2026 sekaligus menjadi upaya untuk memperluas beberapa hal.

“Baik wawasan, jejaring, promosi dan peluang- peluang bagi pengembangan produk kriya daerah agar semakin mendunia,” ucapnya.

BACA JUGA: Mahjong On The Street Semarang Bantah Terafiliasi Judol: Poster Dibuat AI

Adapun sembilan produk lokal yang telah telah ada kurasi dan dipasarkan dalam pameran INACRAFT tersebut menjadi representasi potensi kreatif pelaku UMKM di Kota Salatiga.

Produk lokal itu, kata Retno, mencerminkan keberagaman potensi kriya asli Kota Salatiga. Mulai dari produk kriya batik, fesyen, aksesori, mainan edukatif, hingga beragam kerajinan berbahan kayu dan resin.

Lebih spesifik Retno mengatakan, produk tersebut meliputi Batik Pesona Rejasa, Batik Selotigo, Batik Trisala, Fesyen Markonah. Ada juga kerajinan renda by Rima dengan produk aksesori rajut yang khas berbahan kawat tembaga.