Selama program berlangsung, warga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan administrasi kependudukan berupa KTP digital, penyuluhan keluarga berencana. Edukasi pencegahan stunting, donor darah, pasar pangan murah, bazar UMKM. Pelatihan keterampilan, perpustakaan keliling, hingga edukasi ketahanan keluarga, kebencanaan, dan ketahanan pangan.
BACA JUGA: Disbudpar Semarang Dinilai Tak Mampu Jangkau Semua Potensi Wisata, Agustina: Perlu Badan Pariwisata
“Seluruh perangkat daerah hadir bersama masyarakat. Kami tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi bergerak sebagai satu tim untuk menyelesaikan persoalan warga secara terpadu. Kami ingin pelayanan pemerintah semakin dekat, semakin cepat, dan manfaatnya benar-benar masyarakat rasakan,” ujarnya.
Agustina menilai pendekatan terpadu tersebut menjadi kunci agar hasil pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menurutnya, pembangunan akan lebih efektif jika infrastruktur dibangun bersamaan dengan peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan keluarga.
Ia juga mengapresiasi sinergi TNI bersama seluruh pemangku kepentingan yang selama ini menjadi kekuatan utama pelaksanaan TMMD di Kota Semarang.
“Kolaborasi adalah kekuatan Kota Semarang. Saat pemerintah, TNI, BUMD, BAZNAS, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama, pembangunan menjadi lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan manfaatnya terasa lebih luas. Inilah wajah pembangunan yang ingin terus kami hadirkan,” tegasnya. (*)





