Jateng

TMMD Sengkuyung Tahap IV Blora Dimulai, Infrastruktur Desa jadi Sasaran Utama

×

TMMD Sengkuyung Tahap IV Blora Dimulai, Infrastruktur Desa jadi Sasaran Utama

Sebarkan artikel ini
Bupati Blora Arief Rohman Menyematkan Pita tanda di mulainya TMMD Sengkuyung, di Lapangan Desa Pelem, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa, 13 Oktober 2026. (Heri/beritajateng.tv)
Bupati Blora Arief Rohman Menyematkan Pita tanda di mulainya TMMD Sengkuyung, di Lapangan Desa Pelem, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa, 13 Oktober 2026. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim Blora resmi dibuka, di Lapangan Desa Pelem, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa, 13 Oktober 2026.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program ini fokusnya pada pembangunan infrastruktur desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Baik melalui kegiatan fisik maupun nonfisik.

Bupati Blora Arief Rohman, mengatakan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI. Khususnya Kodim Blora, Polri, instansi lintas sektoral, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkolaborasi mendukung pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih atas kolaborasi secara nyata demi kemajuan daerah,” katanya.

BACA JUGA: Warga Blora Cari Air hingga ke Tengah Sawah, 149 Desa Krisis Air Bersih

Pada pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV TA 2026, sasaran fisik meliputi pembangunan jalan makadam sepanjang 4.677 meter dengan lebar 2,5 meter. Kemudian, pembangunan jalan sepanjang 25 meter di sisi kanan dan kiri.

Selain itu, pembangunan jembatan berukuran panjang 6 meter dan lebar 3 meter, pembangunan plat beton berukuran panjang 5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 1 meter. Ada juga rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH).

Selain pembangunan fisik, program TMMD juga menyasar kegiatan non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi hukum, penyuluhan kesehatan, serta pencegahan stunting.

BACA JUGA: Semarak 1.500 Pelari Meriahkan Blora Run 2026, 40 Persen Peserta dari Luar Daerah

Kegiatan tersebut dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kapasitas masyarakat dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup warga desa.

Arief Rohman, mengatakan, TMMD bukan sekadar program pembangunan sarana dan prasarana. Melainkan juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai luhur bangsa, khususnya semangat gotong royong dan kebersamaan.

Menurutnya, kemanunggalan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga solidaritas serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.