Gaya Hidup

Tokoh dan Pemerhati Tinju Dukung Swastiko Yoga Pimpin Perbati Jawa Tengah

×

Tokoh dan Pemerhati Tinju Dukung Swastiko Yoga Pimpin Perbati Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
perbati
Pertemuan Ketua Umum Perbati Ray Zulham bersama Novian Herbowono (Ketua Harian), Hengky Silatang (Sekretaris Jenderal), dan Paul Cahyadi (Bendahara Umum), dengan agenda pembentukan PERBATI Jawa Tengah, dengan Dede Indra Permana Soediro (Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI) sebagai Dewan Pembina PERBATI Jawa Tengah. (PERBATI)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah tokoh pemerhati olahraga menyatakan dukungan terhadap Swastiko Yoga Prakasa sebagai kandidat Ketua Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Jawa Tengah. Dukungan tersebut muncul seiring bakal dibentuknya organisasi tinju amatir itu dalam waktu dekat.

Dukungan salah satunya datang dari tokoh dan pemerhati olahraga tinju, Dede Indra Permana Soediro. Menurut Dede, Jawa Tengah selama ini lekat dengan sejarah prestasi tinju nasional. Karena itu, Calon Ketua Perbati Jawa Tengah harus memiliki rekam jejak yang jelas dalam pembinaan olahraga tinju. Selain itu, perlu ada sosok yang punya komitmen kuat dalam memajukan prestasi atlet, khususnya di tingkat daerah.

“Kepemimpinan yang berpengalaman sangat dibutuhkan untuk membangkitkan kembali kejayaan tinju amatir dan profesional, khususnya di Jawa Tengah,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI tersebut.

Ia menambahkan, Perbati sebagai organisasi tinju amatir baru juga membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membangun sistem pembinaan berkelanjutan, memperkuat organisasi, serta menjalin sinergi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta.

“Tinju ini memiliki potensi besar, namun pengelolaannya harus secara profesional dan transparan. Kami melihat kandidat ini memiliki kapasitas tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA: Organisasi Tinju Amatir, Perbati Bakal Berdiri di Jawa Tengah, Siap Gelar Kompetisi Nasional

Tokoh tinju Jawa Tengah, Sonny Rambing putra dari pelatih Sutan Rambing Pelatih Legend Indonesia mengatakan, pendirian Perbati untuk menggairahkan kembali olahraga tinju, terutama di kalangan anak muda.

Jawa Tengah selama ini menjadi tempat lahirnya sejumlah petinju berprestasi. Sebut saja Chris John (Juara Tinju WBA), dan Didik Hartanto (Juara PON 1988). Prestasi tersebut perlu terus dijaga dengan mendorong lahirnya atlet-atlet tinju baru.

Ia menilai sosok Swastiko Yoga Prakasa mampu untuk melakukan pendekatan dengan para atlet dan pelatih. Pendekatan tersebut penting agar kebijakan organisasi benar-benar berpihak pada peningkatan kualitas atlet dan kesejahteraan insan tinju di daerah.

“Dengan kepemimpinan yang terdukung berbagai elemen, saya berharap Perbati mampu mencetak atlet berprestasi serta mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional maupun internasional,” kata juara PON tahun 1996 tersebut.

Sonny Rambing mengungkapkan, nantinya Perbati Jawa Tengah akan menggelar lomba tinju tingkat nasional dalam waktu dekat. Tak hanya kompetisi, sejumlah program juga telah di siapkan untuk memajukan olahraga tinju. Selain itu, juga akan ada penataran wasit dan pembinaan untuk para pelatih tinju.

Sementara mantan atlet tinju Juara PON 1988, Didik Hartanto menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Perbati Jawa Tengah. Ia menilai organisasi tinju amatir ini bisa menjadi rumah baru bagi pembinaan atlet tinju.

“Terbentuknya organisasi yang kuat di tingkat provinsi penting untuk menjaring dan mengembangkan talenta tinju amatir sejak dini, sekaligus memperkuat ekosistem tinju nasional dari akar rumput,” katanya.

BACA JUGA: Tradisi Medali Emas Tinju Terputus, Atlet Tinju Jateng Harus Puas dengan Medali Perak di PON 2024

Ia juga melihat Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai tempat pembinaan atlet tinju. Dengan hadirnya Perbati Jawa Tengah, para atlet muda akan memiliki wadah yang lebih terstruktur untuk belajar, bertanding, dan berkembang sesuai standar internasional.

Pendirian Perbati pada tahun 2025 untuk membawa tinju Indonesia ke kancah internasional. Organisasi ini berafiliasi dengan World Boxing (WB), sebuah federasi tinju dunia yang baru dan berada di bawah Komite Olimpiade Indonesia (KOI). (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp