“Produk furnitur menyumbang potensi transaksi lebih dari USD700 juta. Sehingga pada TEI 2026 kami menyiapkan dua hall khusus untuk sektor ini. Sementara produk fesyen mencatat potensi transaksi sekitar USD56 juta. Tahun ini kami menargetkan sekitar 8.000 buyer internasional hadir dengan dukungan Atase Perdagangan, ITPC. Kementerian Luar Negeri, dan seluruh Perwakilan RI di luar negeri,” kata Ari.
Selain membuka akses pasar ekspor, TEI juga menjadi ruang bertemunya pelaku usaha dengan investor global.
Digital and Business Development Manager PT Debindo Multi Adhiswasti, Nabil Ramadhana, mengatakan Trade Expo Indonesia kini berkembang menjadi salah satu pintu masuk investasi internasional.
“Kontribusi sektor investasi mencapai sekitar 19 persen dari total potensi transaksi atau senilai USD43,7 juta. Artinya, TEI bukan hanya menjadi tempat promosi produk, tetapi juga membuka peluang kerja sama investasi pelaku usaha Indonesia,” jelasnya.
Ia menambahkan, komoditas seperti furnitur, produk kreatif, pertambangan, logam mulia, minyak kelapa sawit (CPO), serta berbagai produk manufaktur masih menjadi sektor yang paling diminati buyer dan investor asing.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, berbagai produk unggulan nasional akan tampil melalui sejumlah zona tematik.
Produk makanan dan minuman akan berpusat di Hall 2, Hall 3, dan Hall 3A, sementara sektor manufaktur menempati area khusus yang menampilkan produk-produk berorientasi ekspor.
Melalui sosialisasi tersebut, Kementerian Perdagangan berharap semakin banyak pelaku usaha. Termasuk UMKM di Jawa Tengah, memanfaatkan Trade Expo Indonesia sebagai sarana memperluas jaringan bisnis Internasional.
Selain membuka pasar baru, partisipasi dalam TEI harapannya mampu meningkatkan ekspor nonmigas, menarik investasi. Serta memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.
Dengan status Jawa Tengah sebagai salah satu daerah penyumbang ekspor terbesar nasional. Trade Expo Indonesia 2026 bakal menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan lebih banyak produk lokal ke pasar dunia. Sekaligus memperluas peluang investasi bagi pelaku usaha di provinsi ini. (*)





