Ia menjelaskan, kata Jolen termaknai sebagai akronim dari “ojo kelalen” atau jangan lupa. Makna itu mengingatkan masyarakat agar selalu bersyukur kepada Tuhan sekaligus menjaga alam yang telah memberikan kehidupan.
“Ketika alam mendapat perlakuan baik, maka alam juga akan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan kepada segenap warga Desa Kemetul ini,” katanya.
BACA JUGA: Tradisi Suro PSHT Cabang Sragen, 1.594 Warga Baru Naik Tingkat Jadi Warga Tingkat I
Tradisi Jolenan hingga kini terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Kemetul sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Semarang. (*)
Editor: Farah Nazila





