Jateng

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Terancam Punah, BRIN Minta Perlindungan Diperkuat

×

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Terancam Punah, BRIN Minta Perlindungan Diperkuat

Sebarkan artikel ini
macan tutul
Populasi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, diperkirakan berada di ambang kepunahan. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Populasi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) di kawasan Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, diperkirakan berada di ambang kepunahan. Peneliti memperkirakan jumlah satwa endemik Pulau Jawa tersebut kini hanya tersisa sekitar empat hingga tujuh ekor.

Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Hendra Gunawan, mengungkapkan kondisi tersebut berdasarkan hasil penelitian dan diskusi bersama peneliti Universitas Negeri Semarang (Unnes) serta Djarum Foundation.

“Padahal kawasan Gunung Ungaran merupakan salah satu habitat penting macan tutul Jawa di Jawa Tengah selain Gunung Muria,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 Juli 2026.

Meski keberadaan macan tutul Jawa di Gunung Ungaran belum berhasil terekam kamera jebak (camera trap), tim peneliti masih menemukan sejumlah jejak yang menunjukkan satwa tersebut tetap bertahan di kawasan hutan.

BACA JUGA: Gunung Ungaran Masih Berpotensi Aktif, BPBD Jateng Minta Warga Waspada

Jejak tersebut berupa kotoran dan bekas cakaran yang menjadi indikasi keberadaan predator puncak itu di habitat alaminya.

Prof. Hendra menjelaskan, keterbatasan jumlah kamera jebak menjadi kendala utama dalam memastikan populasi macan tutul Jawa secara lebih akurat. Menurutnya, pemantauan ideal membutuhkan sekitar 40 unit kamera jebak agar seluruh kawasan habitat dapat terpantau secara efektif.

Berdasarkan pemodelan daya dukung habitat pada 2010, populasi macan tutul Jawa di Gunung Ungaran perkiraannya hanya berkisar empat hingga tujuh ekor.

Jumlah tersebut menunjukkan kondisi populasi yang sangat rentan terhadap kepunahan lokal apabila tidak segera mendapat perlindungan yang memadai.

Sebagai predator puncak di Pulau Jawa setelah harimau Jawa dinyatakan punah, macan tutul memiliki peran penting menjaga keseimbangan ekosistem. Satwa ini mengendalikan populasi mangsa seperti rusa, kijang, babi hutan, hingga berbagai jenis primata.

Karena itu, BRIN mendorong pemerintah memperkuat status perlindungan kawasan hutan Gunung Ungaran menjadi kawasan konservasi.

Saat ini, sebagian besar kawasan Gunung Ungaran masih berstatus hutan produksi. Serta hutan lindung sehingga aktivitas manusia di dalamnya masih cukup tinggi.